#TangkapDewiTanjung saat ini viral usai penangkapan dua tersangka penyiram Novel Baswedan. (Foto: YouTube)

Kemarin, Peran Penyiram Novel hingga #TangkapDewiTanjung

Nasional 29 December 2019 08:49 WIB

Peristiwa penangkapan dua penyiram air keras Penyidik Senior Novel Baswedan masih menjadi isu utama di ngopibareng.id. Pada Sabtu, 28 Desember 2019, kemarin, polisi membeberkan peran masing-masing tersangka serta viral #TangkapDewiTanjung

Peran Penyiram Novel

Polisi mengungkap peran para pelaku penyerangan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

Karopenmas Mabes Polri Brigjen Pol Argo Yuwono menyebutkan, dua pelaku berinisial RB dan RM memiliki peran masing-masing. RB merupakan pelaku yang menyiram Novel menggunakan air keras dan RM yang mengendarai motor.

"Perannya ada yang nyupir ada yang nyiram. Yang nyiram RB," kata Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Sabtu, 28 Desember 2019 seperti dikutip Antara.

Tambah Argp, kepolisian juga masih menyelidiki keterlibatan pelaku lain dalam kasus ini.

"Ada fakta hukum keterlibatan orang lain, ya kita langsung proses. Kita tidak pandang bulu, tapi kalau misalnya tidak ada, mau diapakan. Tidak bisa kita ada-adakan kalau memang tidak ada alat bukti," katanya.

Diberitakan sebelumnya, terduga pelaku RM dan RB ditangkap tim teknis bersama Kepala Korps Brimob Polri di kawasan Cimanggis, Depok, Kamis, 26 Desember 2019 malam.

Kini kedua pelaku sudah ditetapkan tersangka. Mereka memang tercatat sebagai anggota polisi aktif. Kedua tersangka merupakan polisi aktif berpangkat Brigadir yang bertugas di Depok.

#TangkapDewiTanjung Viral

Nama politisi PDIP Dewi Tanjung ramai dibicarakan netizen, terutama di linimassa Twitter. #TangkapDewiTanjung pun ramai di media sosial.

Netizen meminta Dewi Tanjung bertanggung jawab atas laporannya ke Polda Metro Jaya karena menuduh Novel Baswedan merekayasa penyerangan air keras pada April 2017 lalu.

Dua penyerang Novel Baswedan yang ternyata diketahui anggota Polri aktif baru saja ditangkap di kawasan Cimanggis, Depok, pada Kamis 26 Desember 2019.

Sebelumnya, Dewi Tanjung saat membuat laporan karena meyakini penyerangan Novel Baswedan yang terjadi pada 11 April 2017 itu rekayasa, dia memberikan analisanya.

"Ada beberapa hal janggal dari semua hal yang dialami, dari rekaman CCTV, bentuk luka, perban, dan kepala yang diperban. Tapi, tiba-tiba malah mata yang buta," kata Dewi di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan.

Kontroversi Dewi Tanjung cukup banyak. Selain di kasus Novel Baswedan, mantan artis yang langganan jadi pemeran antagonis ini juga pernah menyemprot Ustadz Abdul Somad kala sang dai tersandung kasus dugaan penistaan agama.

Dewi Tanjung bahkan membuat video di YouTube-nya terkait masalah ini yang diposting di channel YouTube pada akhir Agustus 2019 lalu.

Selain itu, Dewi Tanjung juga pernah disebut menghina Eggi Sudjana di grup WhatsApp (WA) sampai melaporkan Amien Rais dan Habib Rizieq Shihab atas tuduhan makar.

Penulis : Rohman Taufik

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

29 Mar 2020 13:55 WIB

Stop Syuting Film dan Sinetron Cegah Sebaran Corona

Nasional

Polri imbau rumah produksi hentikan kegiatan syuting untuk cegah corona.

28 Mar 2020 02:25 WIB

Termasuk Resepsi Pernikahan, Polri Bubarkan 7.031 Kerumunan

Nasional

Kerumunan dibubarkan sesuai dengan maklumat Polri.

24 Mar 2020 22:12 WIB

Warga Berkerumun Tak Mau Bubarkan Diri Bisa Dipidana 1 Tahun

Nasional

Warga yang melawan akan dihukum satu tahun penjara.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.