Update angka kematian Corona di Jawa Timur tertinggi nasional. (Foto: Dok/Ngopibareng.id)

Kemarin, Kematian di Jatim Tertinggi dan Kesehatan Risma Membaik

Jawa Timur 16 June 2020 08:25 WIB

Pandemi Corona masih mewarnai pemberitaan Ngopibareng.id sepanjang Senin, 15 Juni 2020. Dua peristiwa di antarnya adalah angka kematian Corona di Jatim tertinggi nasional dan kondisi kesehatan Walikota Tri Rismaharini mulai membaik.

Angka Kematian Corona di Jatim Tertinggi Nasional

Angka kasus kematian pasien positif virus corona atau Covid-19 di Jawa Timur (Jatim) kini melampaui kasus kematian DKI Jakarta sebesar 580 orang. Hal ini dikarenakan, data pada Senin, 15 Juni 2020, angka kematian di Jatim bertambah 21 dari sebelumnya yang tercatat ada 617 kasus yang membuat total kematian di Jatim menjadi 638 orang.

Dari jumlah penambahan tersebut, Surabaya kembali penyumbang kasus kematian tertinggi sebanyak 11 kasus tambahan. Kemudian, diikuti oleh Bangkalan dengan empat kasus, Kabupaten Pasuruan dua kasus, Sidoarjo dua kasus, Gresik satu kasus, dan Kota Pasuruan satu kasus.

“Covid ini tidak main-main masih banyak yang tidak percaya penyakit ini ada. Memang tidak bisa kita lihat secara langsung, tapi efek yang ditimbulkan jelas terlihat. Bila tak paham ada yang positif kemudian dekat dengan orang itu, maka hampir dipastikan tertular, apalagi gak masker dan physical distancing,” ungkap Koordinator Rumpung Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim, Dr. Joni Wahyuhadi ketika menyampaikan update penyebaran Covid-19 Jatim di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Di sisi lain, jumlah kasus positif juga masih merangsek naik dengan penambahan sebanyak 292 kasus yang membuat total kasus Jatim saaat ini ada sebanyak 8.072.

Kota Surabaya lagi-lagi menjadi penyumbang kasus terbanyak dengan jumlah penambahan sebanyak 105 kasus. Diikut 41 kasus  di Tulungagung, 38  di Gresik, 29 kasus  di Kabupaten Pasuruan, 27 kasus di Sidoarjo, 12  kasus  di Jombang, 11 kasus di Bangkalan, sembilan kasus di Kabupaten Mojokerto, tujuh kasus di Bojonegoro, tiga kasus di Jember, tiga di Lamongan, dua di Kota Malang, satu di Lumajang, satu di Kabupaten Madiun, satu di Pacitan, satu di Pamekasan, dan satu di Kota Pasuruan.

Kemudian ada pula tamabahan konfirmasi 71 pasien sembuh sehingga total ada 2.325 pasien sembuh. Terbanyak ada di Surabaya 31, lalu 26 di Sidoarjo, tiga di Pacitan, tiga di Kabupaten Kediri, dua di Bangkalan, dua di Bojonegoro, satu di Trenggalek, satu di Tulungagung, dan satu di Kota Mojokerto.

Membaik, Risma Kembali Pimpin Rapat

Pemerintah Kota Surabaya akhirnya buka suara mengenai kondisi Walikota Surabaya Tri Rismaharini yang dikabarkan pingsan, pada Minggu 14 Juni 2020 karena kelelahan. Kabag Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara mengatakan, kondisi Risma di pagi ini Senin 15 Juni 2020 sudah membaik dan sudah memulai aktifitas seperti sedia kala.

Bahkan menurutnya, sejak pagi ia sudah datang ke Balaikota untuk mengurusi dapur umum. Selain itu, ia mengatakan bahwa Risma sudah memimpin rapat bersama anak buahnya.

"Sejak pagi tadi jam 5-an sudah aktivitas kok di dapur umum. Kondisinya baik-baik saja. Tadi beliau juga sudah mimpin rapat. Hari ini aktivitas normal," kata Febri.

Sebelumnya, anak sulung Risma, Fuad Bernardi menyampaikan bahwa, sang Walikota memang sedang dalam kondisi yang kurang fit. Alasannya Risma memang kelelahan dalam mengurus pandemi covid-19 yang sedang menyerang Kota Surabaya.

"Waalaikumsalam mas. Alhamdulillah sudah baikan kok. Kecapean mas," kata Fuad singkat.

Menurut Dirut RSUD Dr Soetomo dr Joni Wahyuhadi, singga saat ini dirinya belum mendapatkan laporan apakah Risma dirawat di rumah sakit tersebut.

Meski begitu, ia mengaku siap untuk merawat siapapun termasuk Risma, jika memang memerlukan perawatan. Meski saat rumah sakitnya sedang sibuk menangani kasus Covid-19.

"Belum ada laporannya. Tapi kami siap merawat siapa saja yg memerlukan. Kita tetap jalan (perawatan biasa) walau jauh lebih sedikit," kata Joni singkat.

Seperti diketahui, Walikota Surabaya, Tri Rismaharini dikabarkan pingsan usai mengikuti video conference dengan Komite Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Surabaya di Balaikota Surabaya, hari ini Minggu 14 Juni 2020.

Menurut salah satu narasumber yang tak mau disebutkan namanya, Risma memang sudah mengeluh capek sejak beberapa waktu lalu. Namun, ia tak mau kalah dengan capeknya untuk menyelesaikam pandemi di Kota Surabaya.

"Memang infonya pingsan sesudah video conference hari ini. Dari kemarin udah ngeluh capek memang," katanya.

Kelelahan yang dialami oleh Walikota Surabaya Tri Rismaharini memang bisa dipahami. Risma saat ini tengah sibuk mengatasi pandemi virus Corona yang terjadi di Surabaya. Apalagi attack rate virus atau tingkat penularan virus corona di Surabaya masih tinggi. Namun satu sisi, Risma juga tak bisa terus menerus menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam jangka waktu yang terlalu lama.

"Saya khawatir karena di beberapa area kondisinya banyak warga yang mengeluh tidak bisa mencari makan," kata Risma saat rapat koordinasi penerapan PSBB di Gedung Negara Grahadi beberapa waktu yang lalu.

Penulis : Rohman Taufik

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

18 Sep 2020 14:55 WIB

Sinopsis First Kill, Aksi Pialang Saham Wall Street Bebaskan Anak

Film

First Kill diputar di Bioskop Trans TV pada Jumat 18 September 2020.

18 Sep 2020 14:40 WIB

Anemia Sebabkan Risiko Kematian Tertinggi Pasien Covid-19

Kesehatan

Karena, Anemia mempengaruhi daya tahan tubuh.

18 Sep 2020 14:20 WIB

Pelanggar Protokol di Kota Malang Terbanyak, ini Kata Walikota

Jawa Timur

Kota Malang peringkat pertama pelanggar protokol kesehatan.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...