Unjuk rasa ribuan buruh menuju Kantor Gubernur Jawa Timur. (Foto: Dok/Ngopibareng.id)

Kemarin, Kantor Gubernur Didemo Buruh dan Imbauan Lebaran Kurban

Jawa Timur 17 July 2020 07:13 WIB

Unjuk rasa ribuan buruh serta imbauan untuk menghadapi Lebaran Kurban di tengah pandemi menjadi dua berita utama di Ngopibareng.id, kemarin, 16 Juli 2020.

Unjuk Rasa Ribuan Buruh

Ribuan massa yang tergabung dalam Gerakan Tolak Omnibuslaw (Getol) Jatim menggelar aksi demonstrasi, Kamis, 6 Juli 2020, siang. Mereka menuntut agar Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law dibatalkan.

Juru bicara Getol Jatim, Habibus Shalihi mengatakan aksi massa kali ini dimulai pukul 13.00 WIB. Massa ini akan berkumpul di tiga titik kumpul yakni Bundaran Waru, Kebun Binatang Surabaya (KBS), dan Tugu Pahlawan. Kemudian berpusat di Kantor Gubernur Jawa Timur di Jalan Pahlawan Surabaya.

"Aksi ini kelanjutan dari aksi tanggal 11 Maret 2020 lalu. Di saat masa pandemi ini kita dikhianati, karena RUU Omnibus Law masih di bahas di DPR RI. Karena ini kita akan turun jalan lagi," katanya kepada Ngopibareng.id, Kamis, 16 Juli 2020.

Habibus menambahkan, massa aksi kali ini berasal berbagai elemen buruh dan mahasiswa dari berbagai daerah. Seperti diantarnya dari GMNI, HMI, BEM UPN Surabaya, Walhi, LBH Surabaya, KASBI, dan sebagainya.

"Ada sekitar 36 elemen buruh dan mahasiswa dari berbagai daerah antara lain Sidoarjo, Gresik, Pasuruan, Mojokerto, Lamongan, dan Surabaya. Masing-masing telah menyiapkan standart protokoler sendiri," katanya.

Ada empat tuntutan yang dilayangkkan. Yakni mereka menolak semua sluster Omnibus Law yang dinilai merugikan rakyat dan meminta pemerintah untuk menghentikan pembbahasan. Kedua, mereka menuntut tanggung jawab pemerintah atas PHK yang terjadi selama pandemi covid-19.

"Ketiga, kami menuntut tanggung jawab negara atas banyaknya buruh yang dirumahkan, sehingga tidak mendapat gaji, THR, serta pemutusan BPJS secara sepihak. Terakhir, menutut digratiskannya rapid test untuk seluruh lapisan masyarakat terdampak," katanya.

Pantauan di lapangan, sebelum ke kantor gubernur, massa berkumpul di taman monumen tugu pahlawan. Ribuan mahasiswa dan buruh membentangkan poster yang berisi berbagai tuntutan. Mereka juga meneriakkan yel-yel menolak RUU Omnibus Law.

Peringatan Hari Raya Idul Adha tahun ini jatuh pada tanggal 31 Desember 2020. Perayaan ini sedikit berbeda, karena harus dilakukan di tengah pandemi covid-19. Maka dari itu, Pemerintah Kota Surabaya mengimbau agar perayaan tersebut harus memenuhi standar protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Panitia Idul Qurban diminta untuk menyediakan protokoler kesehatan sesuai dengan aturan yang berlaku, seperti penyediaan tempat cuci tangan, masker, dan pengukuran suhu tubuh bagi para jamaah yang akan shalat Idul Adha.

Selain itu, diharapkan ada pembagian waktu dalam proses pembagian daging kurban. Sehingga tak akan membuat keramaian. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua I Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana.

Untuk waktu pembagian daging kurban bisa diberikan nomor dan waktu pengambilan. Hal ini bertujuan agar panitia bisa lebih efektif membagikan daging kurban kepada warga.

"Kami berharap tetap patuhi aturan. Bagaimananya ya monggo inisiatif warga dan panitia untuk ditata. Itu dari kreativitas warga dan panitia. Terpenting, kita sama-sama taati dan jaga diri dari Covid-19," kata Whisnu, Kamis 16 Juli 2020.

Selain terkait dengan pembagian daging kurban, Whisnu juga mengimbau kepada warga terkait dengan pelaksanaan shalat Idhul Adha. Ia berharap, masjid-masjid yang melaksanakan shalat ied, penataannya tetap menerapkan physical distancing.

"Shaf-nya lebih panjang ya tidak masalah, yang penting harus bisa mengantisipasi penularan. Kita tak ingin ada cluster baru lagi. Jadi mari kita jaga semua," katanya.

Ia mengatakan, jika warga dan panitia kurban di kampung-kampung ada yang merasa memiliki kendala dan hambatan dalam penyediaan masker dan alat protokol kesehatan. Maka mereka bisa mengajukan permohonan ke Pemkot Surabaya.

Nanti, pihak Pemkot akan mendata dan mensurvey berapa banyak butuhnya di titik tersebut. Sebab, memang harus dibagi ke titik-titik lainnya.

"Ajukan saja. Nanti sebisanya akan dibantu," katanya.

Penulis : Rohman Taufik

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

26 Sep 2020 05:25 WIB

LIPI Sebut Jawa Berpotensi Gempa dan Tsunami Raksasa

Warta Bumi

Lempeng 800 Km di selatan Jawa bergeser akan timbulkan gempa magnitudo 9.

26 Sep 2020 04:33 WIB

Pejabat Tinggi Tahta Suci Vatikan Mengaku Dipaksa Mundur

Internasional

Cardinal Giovanni Becciu mundur dari jabatannya.

26 Sep 2020 03:30 WIB

Magawa, Tikus Afrika yang Mengendus 67 Ranjau Darat

Internasional

Magawa mendapatkan penghargaan medali emas.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...