Serangan Bom Gereja di SurabayaKeluarga Terduga Teroris Dikenal Tertutup

13 May 2018 21:44 Nasional
Ngopibareng.id |

Keluarga terduga teroris pelaku pengeboman tiga gereja di Surabaya, di kenal sebagai keluarga yang tertutup di lingkungannya.Rumah mereka terletak di perumahan Wisma Indah, Kelurahan Wonorejo Asri, Kecamatan Rungkut, Surabaya.

Sub RT 02 RW 03, setempat, Adi, mengatakan dirinya hanya mengenal salah satu dari enam orang penghuni rumah nomor 20 itu. Adi merinci dirumah itu, ada tiga orang laki-laki dan tiga orang perempuan.

"Saya cuma kenal Dita, yang suami, kalau istri, dan 4 orang anaknya saya tidak tahu sama sekali," ujarnya, saat ditemui, Minggu, 13 Mei 2018, malam.

Adi mengatakan, keluarga itu sudah tinggal sejak 18 tahun yang lalu. Kendati telah lama, ia mengaku tak mengenal pasti pribadi tiap-tiap orang di rumah itu. Selama 18 tahun itu pula ia tak pernah sekalipun berkunjung ke rumah keluarga itu.

"Saya kenal karena memang sudah lama dia tinggal disini, sepertinya sudah rumah sendiri, ndak ngontrak," katanya.

"Beberapa kali ketemu, tapi jarang menyapa Pak Dita. Sama istri dan anak-anaknya, warga juga tidak pernah berkomunikasi, mereka seperti sengaja menutup pergaulan dengan warga sekitar. Pernah dimintai setor KK untuk data pun juga gak mau ngasih," tambahnya.

Berdasarkan penuturan Adi, keluarga itu diketahui memiliki usaha produksi jamu dan minyak kemiri, hal itulah yang menurut Adi, keluarga itu terlihat jarang keluar rumah.

Anak-anak Dita, juga tak pernah bergaul dengan anak warga lain sebagai mana layakanya. "Anak pertama dan kedua, laki-laki, usia sekitar 18 dan 16 tahun. Anak 3 dan 4 permpuan usia masih sekitar sekolah dasar," katanya.

Namun, Adi tidak tahu pasti dimana keempat anak itu bersekolah. Bahkan saking tertutupnya, kata Adi, jika keluarga itu keluar rumah selama setahun pun, Adi tak sampai merasa tak mengetahuinya.

" Dua tahun yang lalu, pernah ada pertemuan di rumahnya kira-kira berkala sebulan sekali, satpam bilang itu perkumpulan silat," tukas Adi. (frd)

"Sering ketemu, tapi hanya beberapa kali saja menyapa Pak Dita, sama istri dan anak-anaknya, saya tidak pernah berkomunikasi, mereka sepeeti sengaja menutup pergaulan dengan warga sekitar," katanya.

Dita dan istrinya diketahui punya usaha buat produksj jamu dan minyak kemiri, itulah yg membuat keluarga itu tak pernah terlihat keluar rumah.  Anak-anaknya juga tak bergaul dengan anak tetangga lain sebagaimana layaknya.

“Selama 18 tahun adi juga tak pernah berkunjug ke rumah keluarga itu” kata Adi. (frd)

Penulis : Moch. Amir


Bagikan artikel ini