Suasana pemakaman korban bom gereja Aloysius Bayu, di TPU Keputih, Surabaya. Rabu, 23 Mei 2018. (foto: frd/ngopibareng.id)

Keluarga Relakan Kepergian Aloysius Bayu dengan Rasa Bangga

Surabaya 23 May 2018 20:42 WIB

Jenazah korban bom di Gereja Santa Maria Tak Bercela, Aloysius Bayu, telah dikebumikan hari ini. Prosesi pemakamannya diwarnai isak tangis pihak keluarga dan rekan-rekannya, suasana haru menyelimuti ratusan orang yang hadir.

Adik kandung Bayu, Galih Wardhana (33), mengaku keluarganya telah rela melepas kepergian kakak pertamanya itu. "Kami sekeluarga sudah merelakan, kepergian kakak, Kak Bayu pergi dengan kehormatan, saat melakukan tugas, kami mendoakan dia dengan penuh kebanggaan," ujarnya seusai prosesi pemakaman di TPU Keputih, Surabaya, Rabu, 23 Mei 2018.

Kebanggan itu muncul, menurut Galih, karena Bayu gugur ketika melakukan tugas sebagai relawan gereja. Saat itu Bayu adalah orang yang mencegah laju motor dua terduga teroris yang hendak masuk ke area gereja, sebelum akhirnya meledak tepat di pintu gerbang.

"Semoga dari yang Kak Bayu lakukan, bisa menjadi sebuah inspirasi untuk bereaksi cepat bila melihat yang tidak benar, lebih peduli sekitar, peduli lingkungan, dan jangan takut jika anda benar," kata Galih.

Galih mengatakan, pihak keluarga mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya, atas setiap bantuan yang ditujukan untuk keluarga Bayu.

"Untun semua pihak, pemerintah, wali kota, dan juga untuk yang mendoakan, membantu keluaraga kami, itu sangat-sangat membantu kami, tuhan yang membalas berlipat ganda," ujarnya.

Bayu pergi meninggalkan seorang istri dan dua orang anaknya yang masih balita. Kedepannya, Galih dan keluarga berencana meneruskan usaha studio foto yang dirintis oleh Bayu.

Bayu, adalah relawan gereja Santa Maria Tak Bercela yang menjadi salah satu korban ledakan bom di gereja itu pada, Minggu 13 Mei 2018, pekan lalu.

Jenazah Bayu sebelumnya memang tidak langsung diserahkan ke pihak keluarganya, sebab, harus melalui proses identifikasi terlebih dahulu.

Identifikasi tubuh Bayu, menurut Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera, memang memerlukan waktu yang lama. Setidaknya tim DVI Polda Jatim memerlukan waktu 10 hari sejak bom meledak, dan akhirnya jasad Bayu diserahkan pada pihak keluarga pada Selasa, 22 Mei 2018. (frd)

Penulis : Farid Rahman

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

05 Apr 2020 17:20 WIB

Dampak Corona, Enam Hotel di Banyuwangi Berhenti Beroperasi

Ekonomi dan Bisnis

Ada yang tetap beroperasi, tapi mengurangi karyawan dengan sistem shift

05 Apr 2020 16:20 WIB

Cegah Penyebaran Corona, Warga Tutup Jalan Rungkut Menanggal

Ngopi Foto

Warga melakukan karantina wilayah dengan menutup jalan Rungkut Menanggal

05 Apr 2020 15:30 WIB

Pasar Kapasan dan PGS Surabaya Resmi Ditutup 14 Hari

Surabaya

Guna mengurangi risiko penyebaran covid-19.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.