Keluarga Belum Bisa Besuk Ahok di Mako Brimob

10 May 2018 19:10

Lihat versi non-AMP di Ngopibareng.id

Rabu, 9 Mei 2018 menjadi puncak tragedi berdarah di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok. Setelah 40 jam menyerang, pada pukul 22.00 WIB, para napi terorisme berhasil menguasai seluruh rutan yang terdiri dari Blok A, B, dan C.

Masalahnya, rutan tersebut tidak hanya dihuni oleh para narapidana terorisme saja. Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok juga menjadi pesakitan di sana. 

Namun, pihak polisi dan keluarga seolah yakin betul kondisi Ahok aman di dalam rutan yang dikuasai napi teroris itu. Hal ini menimbulkan pertanyaan, sebenarnya di mana lokasi Ahok ditahan?

Selama ini Rutan Mako Brimob disebut hanya terdiri dari tiga blok ruang tahanan saja, dan ketiganya sempat dikuasai oleh napi terorisme. Blok A terdiri dari enam ruangan, Blok B empat ruangan yang sempat diisi oleh Nazaruddin, dan Blok C yang juga terdiri dari empat ruangan.

Tokoh FPI, Novel Bamukmin, menyebutkan ruang tahanan di Rutan Mako Brimob rupanya tidak hanya terbagi menjadi tiga blok saja. Ia mengetahui hal tersebut karena beberapa kali mengunjungi rekannya yang ditahan di Rutan Mako Brimob, salah satunya adalah Alfian Tanjung.

Novel mengungkapkan, memang ada ruangan khusus lain yang digunakan untuk menahan napi. Ruangan tersebut, berada di luar Blok A, B, dan C.

Bloknya saya lupa, ustadz Alfian (ditahan) di tahanan khusus dipisah sama napiter. Bukan (blok A, B, dan C), ujar Novel.

Namun Novel tak ingat nama ruangan khusus tersebut. Hanya saja dia memastikan memang ada ruangan khusus untuk napi-napi selain terorisme.

Meski belum diketahui secara pasti di mana Ahok berada, namun diduga, saat ini Ahok berada di ruangan khusus tersebut. Karena lokasinya yang berada di luar tiga blok yang sempat dikuasai napi terorisme, Polri dan Fifi bisa cukup yakin bahwa kondisi Ahok aman.

Narapidana terorisme Rutan Salemba cabang Mako Brimob Kelapa Dua, Depok.

Meski kondisi di Mako Brimob sudah terkendali dan aman sejak pagi. Namun demikian, jadwal kunjungan untuk Ahok yang sudah terdaftar pada Jumat 11 Mei 2017 dibatalkan.

“Tetap mohon dukungan doa semua tetap aman dan baik, khususnya buat bapak polisi yang terluka, yang sudah dibebaskan. Tuhan berkati semua,” ujar adik sekaligus pengacara Ahok, Fifi Lety, terkait kondisi sang kakak.

Ia menyebut, kondisi Ahok dalam keadaan baik-baik saja dan aman di dalam Mako Brimob. Semua tanya keadaan BTP (Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok), kami atas nama keluarga mengucapkan terima kasih atas doa dan perhatian semua pihak kepada BTP. Dapat kami sampaikan, BTP dalam keadaan baik-baik dan aman di Mako Brimob,” tegas Fifi.

Karo Penmas Humas Polri Brigjen Pol M Iqbal, di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok menyebut, bukan hanya Ahok, para napi non-terorisme lainnya yang berada di Rutan Mako Brimob juga dipastikan aman. Pasalnya, menurut Iqbal, mereka berada di bagian rutan yang lainnya.

Karena rumah tahanan cabang Salemba yang ada di Mako kan sudah kita kategorikan. Napiter (narapidana teroris) dengan (napi) yang lain di belakang, samping, tidak ada dijadiin satu,” ujar Iqbal.

Menko Polhukam Wiranto juga menegaskan bahwa kondisi mantan Gubernur DKI Jakarta tak terpengaruh oleh kerusuhan yang terjadi di Rutan Salemba cabang Mako Brimob.

“Untuk Ahok, ada enam rumah tahanan di situ (Mako Brimob), jadi tidak disatukan. Ahok ada sendiri, napi teroris juga sendiri,” jelas Wiranto.

Dia mengatakan, saat ini 145 napi teroris yang terlibat dalam kerusuhan sejak Selasa malam lalu, sudah dipindahkan.

"Ada 145 napi teroris yang sudah dipindahkan ke Nusakambangan, sedangkan yang 10 masih kita tahan di situ (Mako Brimob),” ujar Wiranto. (*)