Kelelahan, Petugas KPPS di Malang Meninggal Dunia

19 Apr 2019 15:32 Reportase

Petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) meninggal dunia tidak lama setelah bertugas di Malang. Dia adalah Agus Susanto 53 tahun yang menjadi petugas KPPS di TPS 04, Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.

Menurut keterangan putri almarhum, Ully Fitriana Susanti 23 tahun, ayahnya sangat semangat mensukseskan pemilihan umum (pemilu). Sehari sebelum pemilu dimulai, Agus Susanto telah mempersiapkan Tempat Pemungutan Suara (TPS) 04 hingga larut malam. Kemudian kembali lagi ke TPS pada Rabu pagi, dan baru selesai pukul 01.00 WIB Kamis dini hari 17 April 2019.

“Bapak memang punya riwayat sakit jantung. Tapi sudah lama sembuh,” ujar Ully saat ditemui Jumat 19 April 2019.

Ully juga mengatakan kalau ayahnya dalam kondisi sehat saat bertugas sebagai KPPS. Pria yang sehari-hari menjadi guru sejarah di salah satu sekolah swasta tersebut, diketahui meninggal pada Kamis sekitar pukul 06.00 WIB sesaat sebelum berangkat mengajar.

Pihak keluarga mengatakan jika almarhum meninggal dunia dikarenakan kelelahan. Mereka juga mengeluhkan ketidakefektifan pemilu kali ini, sehingga beban kerja berlebih dialami oleh petugas KPPS di lapangan.

Pasca dilantik, petugas KPPS langsung dibekali petunjuk teknis dan sosialisasi oleh KPU. Kemudian mereka juga harus membagikan undangan kepada pemilih. Petugas KPPS bekerja ekstra baik menjelang mapun di waktu hari pencoblosan. Terutama lamanya waktu penghitungan surat suara yang terdiri dari pemilihan presiden, DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kota/Kabupaten dan DPD.

Meninggalnya Agus Susanto dan beberapa petugas KPPS lainnya seperti yang terjadi pula di banyak daerah memang menjadi catatan tersendiri. Melihat kejadian ini, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang Zaenudin berencana untuk melaporkan kejadian ini kepada KPU Jawa Timur sebagai bahan evaluasi. Pihaknya juga turut berbelasungkawa. Meski tidak ada asuransi, rencananya  KPU juga akan memberikan santunan.(fjr)

Reporter/Penulis : Fajar Dwi Ariffandhi
Editor : Moch. Amir


Bagikan artikel ini