Kelak, Tak Ada Lagi Konflik Ideologi? Ini Argumen Ma'ruf Amin

28 Oct 2018 23:11 Politik

Ma'ruf Amin, calon wakil presiden nomor 1, mengatakan, ia dan Jokowi tidak hanya akan fokus memulihkan ekonomi dan pembangunan sumber daya manusia apabila terpilih pada Pilpres 2019 mendatang. Jokowi-Ma'ruf juga akan mendorong agar tidak ada lagi konflik ideologi di Indonesia pada masa mendatang.

"Kami nyatakan di mana-mana selain menguatkan upaya memulihkan ekonomi, memulihkan sumber daya manusia, kita juga harus menghilangkan hal yang mengganggu proyek kita untuk menguatkan runway, apa itu? Yaitu konflik ideologi, sehingga 2024 tidak ada lagi konflik ideologi di Indonesia. Indonesia harus utuh, harus satu," ujar Ma'ruf Amin.

Hal itu ditegaskannya saat berpidato di penutupan Rakernas Tim Kampanye Nasional (TKN) di Hotel Empire Palace, Surabaya, Jawa Timur, Minggu 28 Oktober 2018.

"Indonesia ini negara kesepakatan. Mulai dari lima sila Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika adalah kesepakatan para pendiri bangsa. Oleh sebab itu, apapun yang tidak sesuai dengan kesepakatan otomatis akan tertolak di Indonesia."

Ma'ruf menegaskan kembali bahwa Indonesia adalah negara kesepakatan. Mulai dari lima sila Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika adalah kesepakatan para pendiri bangsa. Oleh sebab itu, apapun yang tidak sesuai dengan kesepakatan otomatis akan tertolak di Indonesia. Salah satu yang tak sesuai dengan kesepakatan tersebut, lanjut Ma'ruf, yakni sistem negara khilafah.

"Ketika saya ditanya, khilafah itu bagaimana Kiai? Islami juga atau tidak? Islam juga. Tapi yang Islami itu bukan hanya khilafah saja. Kerajaan Islami, ada Saudi Arabia. Keamiran Islami ada Kuwait. Republik juga Islami, Republik Indonesia. Kemudian juga Mesir beda. Islami juga," ujar Ma'ruf.

"Lalu ditanya lagi, kenapa khilafah ditolak di Indonesia? Saya bilang khilafah bukan ditolak, tapi tertolak secara otomatis. Kenapa tertolak? Karena menyalahi kesepakatan. Semua saja yang tidak sesuai kesepakatan, harus ditolak di Indonesia," lanjut dia. (adi)

Reporter/Penulis : Riadi


Bagikan artikel ini