Produksi garam di desa Tambaklekok, kecamatan Lekok. (Foto: Dok Humas),

Kejar Target, Pasuruan Tambah Luas Lahan Produksi Garam

Ngopibareng Pasuruan 02 August 2019 19:00 WIB

Setelah luasan produksi garam stabil 2 tahun terakhir, tahun ini ada tambahan seluas 2,6 hektar yang dijadikan tambak lahan garam baru. Sehingga tercatat luasan produksi garam di Pasuruan tahun ini mencapai 248 Hektar.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan, Slamet Nurhandoyo mengatakan, selama 2 tahun terakhir, luasan produksi tambak garam memang cenderung stabil di luasan 243,2 hektar. Akan tetapi setelah produksi garam dimulai, ada penambahan luasan lahan garam.

"Namun tahun ini setelah mulai proses produksi garam dan kita data ada tambahan luasan garam 2,6 hektar. Sehingga tercatat saat ini yang berproduksi mencapai 248 hektar," kata Slamet di sela-sela kesibukannya, Jumat, 2 Agustus 2019.

Slamet mengatakan, tambahan luas garam itu berada di Desa Tambaklekok, Kecamatan Lekok. Di sana, ada 1 kelompok baru yang mulai proses produksi garam di lahan bekas tambak ikan yang berpotensi dijadikan lahan garam.

"Biasanya memang ada lahan tambak ikan, saat musim hujan jadi lahan ikan namun saat kemarau dikeringkan dan jadi lahan tambak," katanya.

Namun, biasanya tak semua lahan tambak ikan mau dijadikan lahan tambak. Hal ini tergantung dari pemilik tambak sendiri. Dengan bertambahnya luasan produksi garam tahun ini, Dinas Perikanan berharap bisa meningkatkan produksi garam. Tahun ini target produksi garam di Kabupaten Pasuruan mencapai 15.555 ton.

"Kita harap bisa meningkatkan hasil produksi garam tahun ini. Namun kita masih lihat lagi, karena harga garam yang masih anjlok. Kita harap tak mempengaruhi produktivitas produksi garam," ujarnya

Saat ditanya perihal jumlah produksi garam, Slamet menegaskan bahwa per Juni lalu hanya mencapai 18,45 ton. Jumlah ini lebih kecil dari target, lantaran kegiatan produksi garam di Pasuruan baru dimulai beberapa waktu lalu.

"Produksi garam dipastikan ketika sudah benar-benar musim kemarau atau panas. Hujan sehari saja bisa membuat gagal, karena mempengaruhi kualitas garam itu sendiri," ujarnya. (sumber: wwww.pasuruankab.go.id)

Penulis : Witanto

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

25 Feb 2020 15:41 WIB

Sosialisasi Jargas di Pasuruan, PT PGN Jamin Senyaman Mungkin

Ekonomi dan Bisnis

Ribuan warga Kota Pasuruan bakal menikmati jargas

24 Feb 2020 23:36 WIB

Banser Siap Jadi Komponen Cadangan Untuk Jaga NKRI

Ngopibareng Pasuruan

Ini diungkapkan KSP RI Jenderal (Purn) Moeldoko dalam Apel Kebangsaan.

24 Feb 2020 18:30 WIB

Menkop Berharap Kopotren Sidogiri Jadi Contoh Koperasi Syariah

Ngopibareng Pasuruan

Koperasi BMT UGT Sidogiri tahun ini memiliki aset R2,2 triliun.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.