Ilustrasi cara kerja aplikasi KEEP pemandu manula. (Foto: istimewa)
Ilustrasi cara kerja aplikasi KEEP pemandu manula. (Foto: istimewa)

KEEP, Aplikasi Pemantau Kesehatan Manula Temuan Mahasiswa ITS

Ngopibareng.id Teknologi dan Inovasi 26 September 2020 12:55 WIB

Tiga mahasiswa Departemen Teknik Elektro Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berhasil membuat aplikasi KEEP, alat untuk memantau kondisi serta aktivitas manusia lanjut usia (manula) dengan memanfaatkan internet of things (IoT).

Ketiga mahasiswa tersebut adalah Muhammad Naufal Prawironegoro, Muhammad Yusuf, dan Audi Tomy Reriya Sakti. Mahasiswa yang tergabung dalam tim Viktorits ini berhasil meraih juara pertama dalam ajang kompetisi DILo Hackathon Festival (DHF) kategori Health pada pertengahan September lalu.

KEEP merupakan sebuah sistem pemantauan yang terdiri dari wearable device, robot serta aplikasi pemantau berbasis multiplatform. Alat ini berfungsi untuk memantau keadaan manula serta memberi peringatan jika kondisi manula dalam keadaan bahaya.“Seperti serangan jantung kondisi tidak stabil, atau bahaya lainnya,” papar Audi Tomy Reriya Sakti atau kerap disapa Tomy ini.

Tomy menceritakan, ide ini berangkat dari permasalahan yang dijumpai pada manula, di mana semakin bertambahnya usia seseorang itu membuat kondisi fisik individu juga ikut menurun. Ditambah berdasarkan survei yang dilakukan oleh tim menunjukkan sebanyak 43 persen manula tinggal bersama tiga generasi dan 9 persen manula berdomisili secara mandiri.

Tomy mengungkapkan bahwa lansia itu sering jatuh karena terkena serangan jantung koroner mendadak atau tiba-tiba stroke. Maka aplikasi ini hadir agar dapat digunakan oleh keluarga terdekat, pihak puskesmas atau dokter pribadi apabila ada bahaya atau sakit mendadak. Lalu ahli kesehatan bisa menyarankan penanganan pertama yang harus dilakukan.

"Cara kerja dari KEEP ini dimulai dari perangkat wearable pada manula yang berkomunikasi dengan robot turtlebot secara lokal melalui gateway. Untuk bertukar informasi mengenai kondisi manula seperti kondisi jatuh yang dideteksi oleh sensor accelerometer dan kondisi detak jantung yang dibaca oleh sensor ECG (Electrocardiography)," imbuhnya.

Lanjutnya, kemudian dari gateway tersebut diunggahlah algoritma kondisi manula ke cloud storage floucloud. Data pada cloud dapat diakses melalui aplikasi admin dan aplikasi pemantau. Cloud juga memberikan notifikasi pada aplikasi tersebut jika ada kondisi yang ditentukan terjadi pada manula.

Tomy juga menjelaskan, perangkat admin dan pemantau dapat mengontrol dan memberikan umpan balik kepada turtlebot. Kondisi manula akan terus diperbarui dari Cloud kepada dokter untuk mendapatkan saran yang nantinya akan muncul pada monitoring aplikasi.

Tambahnya, keunggulannya dari alat ini yakni dapat diakses secara realtime dan memiliki supervisi yang lebih menyeluruh karena ada modul ECG sensor jatuh dan membaca aktivitas abnormal. “Selain itu, kita menyediakan customer experience yang mudah dan customer journey yang efisien, tentunya juga sudah kami validasi,” terang Tomy mengakhiri.

Penulis : Pita Sari

Editor : Dyah Ayu Pitaloka

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

24 Oct 2020 15:30 WIB

Kasus Covid-19 di Asia Tembus 10 Juta

Internasional

India, Bangladesh, Indonesia, dan Filipina terbanyak.

24 Oct 2020 15:20 WIB

Polisi Minta Aksi Unjuk Rasa Terapkan 3M dan Tidak Anarki

Rek, Ojok Angel Tuturane

Polisi meminta pengunjuk rasa taati prokes.

24 Oct 2020 15:00 WIB

Direktur Baru, RSMU Rencana Kembangkan Sayap di Kota Lain

RS Mata Undaan

Harapan Baru RSMU dengan kepimpinana Direktur Baru

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...