Warga melihat asap hitam membubung saat ibu kota Burkina Faso dihujani beberapa serangan pada 2 Maret yang menargetkan kedutaan besar Prancis, pusat kebudayaan Prancis dan markas militer negara tersebut. Saksi mengatakan lima orang keluar dari mobil dan menembaki orang-orang di kedutaan. Saksi lain mengatakan ada ledakan di dekat markas tentara Burkina yang terletak satu kilometer dari lokasi pertama. (foto: afp/ahmed ouoba)

Kedubes Perancis di Burkina Faso Dibom

03 Mar 2018 12:35

Lihat versi non-AMP di Ngopibareng.id

Sebanyak 16 orang tewas di ibu kota Burkina Faso, Jumat 2 Maret  saat kelompok bersenjata menyerang kedutaan besar Prancis dan markas militer Burkina Faso, kata narasumber pemerintah. Korban terdiri dari 9 penyerang dan 7 personel pasukan keamanan.

Bentrokan paling berdarah di Ouagadougou terjadi dalam serangan di markas angkatan bersenjata, tempat lima penyerang dan lima personel pasukan keamanan tewas, kata pejabat tersebut.

Kepala medis Angkatan Darat Kolonel Amado Kafando mengatakan 75 orang dirawat karena terluka, menginformasikan jumlah korban yang masih belum lengkap.

Menurut keterangan pemerintah, ledakan itu berasal dari bom mobil bunuh diri. Sasarannya kemungkinan pertemuan antiterorisme regional.

“Kendaraan tersebut dipenuhi dengan bahan peledak” dan menyebabkan “kerusakan besar,” kata Sawadogo, menambahkan bahwa itu serangan “bunuh diri.”

Para narasumber sebelumnya mengatakan secara keseluruhan ada 30 korban tewas dan sedikitnya 85 korban luka dari dua serangan.

Menteri itu mengatakan delapan penyerang ditembak mati. “Pertemuan G5 Sahel seharusnya digelar di markas militer,” kata Sawadogo.

Seandainya lokasi pertemuan -- yang dihadiri para pejabat dari Burkina Faso, Chad, Mali, Mauritania dan Niger - -- tidak dipindahkan ke ruangan lain “ini akan menjadi situasi yang sangat serius,” imbuhnya.

“Mungkin itu targetnya. Kami tidak tahu saat ini. Namun, ruangan itu hancur total akibat ledakan tersebut.”(afp/mr/ik)