Kecelakaan Maut Tol Cipularang Dikaitkan Mistis

03 Sep 2019 06:00 Nasional

Jalanan sekitar Tol Cipularang (Tol Purbaleunyi) kembali 'memakan' korban. Sejumlah kendaraan terlibat kecelakaan beruntun di Km 91, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Senin 2 September 2019 sekitar pukul 12.30 WIB.

Ada puluhan kendaraan dari berbagai jenis, yang terlibat tabrakan beruntun. Enam di antaranya terbakar. Delapan orang korban tewas, dan puluhan korban lainnya luka-luka.

Dugaan sementara kecelakaan beruntun itu karena dump truck yang terguling. Kendaraan itu ditabrak dari belakang oleh kendaraan lain. Kemudian kendaraan lainnya menabrak mobil di depannya, hingga tabrakan beruntun terjadi.

Peristiwa ini pun dikaitkan dengan hal-hal yang berbau mistis hingga lokasi bekas tabrakan dianggap angker.

Tiap kali terjadi kecelakaan di kawasan ini, selalu ada saja pihak yang mengaitkannya dengan cerita mistis di Tol Cipularang. Merujuk pada buku 'Misteri Tol Cipularang' yang disusun oleh Tim Pustaka, diceritakan bahwa pada masa awal usai diresmikan pada 12 Juli 2015, jalan Tol Cipularang di KM 91 kerap ambles. Amblesnya sampai sedalam tiga meter. Bahkan tol ini sempat ditutup selama tiga hari.

Semenjak itu, area tol ini sering terjadi kecelakaan. Menurut warga sekitar, kecelakaan tersebut menyebabkan area ini menjadi angker. Bahkan, masih menurut penuturan warga dalam buku tersebut, pihak Jasa Marga pernah menyembelih seekor kerbau sebagai tumbal.

Nama H Kamilin, sesepuh di kampung setempat yang hidup di masa kolonial Belanda disebut-sebut sebagai sosok makhluk halus penunggu di titik rawan KM 91 Tol Cipularang.

Selain sosok Kamilin, tak jauh dari kawasan itu terdapat sebuah gunung kecil yang disebut Gunung Batu Datar. Sebuah makam di Gunung Hejo juga disebut-sebut membuat Tol Cipularang angker. Nuansa mistis juga muncul di pohon yang sukar ditebang.

Sederet kecelakaan yang terjadi mengakibatkan jatuhnya korban mulai dari luka ringan, luka berat hingga meninggal dunia.

Salah satu yang banyak disorot ialah kecelakaan maut merenggut yang merenggut nyawa Virginia Anggraeni istri Saipul Jamil di KM 97. Menggunakan Toyota Avanza, mobil yang dikemudikan penyanyi dangdut tersebut kehilangan kendali di sisi menuju arah Jakarta.

Dikabarkan mobil menabrak pagar beton pembatas jalan dan sang istri yang baru dinikahinya meninggal dunia di tempat.

Kecelakaan tragis yang mengakibatkan 6 orang tewas juga terjadi pada 2011. Kendaraan travel Isuzu Elf jurusan Kebumen-Jakarta kehilangan kendali di kilometer 93 sehingga menabrak bagian belakang truk.

Tujuh orang meninggal dunia pada 2012 saat bus secara tiba-tiba oleng dan menabrak tronton pengangkut pasir. Terjadi di Tol Cipularang kilometer 100, bus ini ditumpangi warga Purbalingga, Jawa Tengah yang hendak berwisata ke Masjid Kubah Emas, Depok.

Pada 2013, kecelakaan terjadi antara Daihatsu Xenia dengan Nissan Juke di kilometer 135. Nissan Juke yang kehilangan kendali masuk ke jalur berlawanan dan menabrak Daihatsu Xenia, akibatnya 6 orang meninggal dunia.

Selain itu, tiga orang meninggal dunia saat sebuah minibus terlibat kecelakaan dengan truk tronton di Tol Cipularang kilometer 87.

Tahun 2019 kecelakaan di Tol Cipularang kembali terjadi setelah Bus Bima Suci jurusan Bandung-Merak masuk jurang di kilometer 70 dan menyebabkan 7 orang penumpangnya meninggal dunia.

Terlepas dari cerita mistis tersebut, pendiri dan Instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu mengatakan rata-rata memang pengguna jalan tol tersebut menggeber kendaraannya lebih dari batas kecepatan maksimal.

Penulis : Yasmin Fitrida


Bagikan artikel ini