Iptu Polwan Sulastri mendapat perawatan medis di Rumah Sakit Bhayangkara TK I Raden Said Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Kecantikan Iptu Sulastri Sirna Setelah Giginya Habis Dihajar Teroris di Mako Brimob

11 May 2018 10:45

Lihat versi non-AMP di Ngopibareng.id

Keberingasan para teroris yang mengamuk dan menyandera para polisi di Rumah Tahanan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, di luar kemanusiaan.

Mereka membunuh lima polisi, seorang polisi di antaranya digorok,  dan menyebabkan seorang polisi wanita luka parah, terancam cacat seumur hidup.

Adalah polisi wanita (Polwan) Iptu Sulastri yang menjadi korban kebengisan para  teroris. Ia disandera bersama 3 polisi lainnya yakni Brigadir Haris, Briptu Hadi Nata, dan Bripda Rahmadan.

Polwan itu kini terkapar tak berdaya. Wajahnya babak belur dihajar sejumlah napi teroris (napiter). Mereka menghajar Iptu Sulastri tanpa ampun. Kini, kecantikannya seakan sirna dalam sekejap.

Sulastri adalah wakil komandan penjaga tahanan Mako Brimob Kelapa Dua. Wanita berusia 39 tahun itu kini dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara TK I Raden Said Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Iptu Polwan Sulastri dibesuk rekan-rekannya di rumah sakit.

 

Sulastri sempat tak sadarkan diri berjam-jam akibat dihantam menggunakan tabung apar (tabung pemadam api) pada bagian bibirnya. Wajah Sulastri pun tampak merah dan bengkak. Di sekitar mulut, hidung, pipi, dan dagunya dipenuhi luka dan lebam. Terlihat beberapa giginya rontok akibat kekejaman para teroris ini.

Potret menyedihkan Sulastri yang tengah dirawat diunggah akun Instagram @krishnamukti_91. Brigjen Pol Krishna Murti adalah Karomisinter Divhubinter Polri, mantan Direskrimum Polda Metro Jaya. 

Melalui keterangan fotonya, Krishna Murti menuliskan kata-kata menyentuh hati. Polisi penyidik dilatih untuk bermental humanis. Para napi teroris bermental membunuh. Lihat perilaku mereka thd Iptu Polwan Sulastri giginya habis dihajar para teroris laki2. Apakah mereka tahu kalau beliau adalah perempuan??? #kamibersamapolri #kmupdates."

 

Seperti diketahui, aparat kepolisian sudah mengambil alih Rutan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok pada Kamis (10/5/2018) pagi pukul 07.15 WIB.

Walau sempat ada perlawanan, sebanyak 155 tahanan di Rutan Cabang Salemba yang ada dalam Mako Brimob akhirnya menyerahkan diri.

Ada 6 korban tewas dalam insiden kerusuhan ini. Lima diantaranya adalah anggota kepolisian. Yakni Bripda Syukron Fadhli, Ipda Yudi Rospuji, Briptu Fandy, Bripka Denny dan Bripda Wahyu Catur Pamungkas.

Sementara tahanan teroris yang tewas yakni Abu Ibrahim alias Beny Syamsu, napi teroris Pekanbaru.

Sedangkan Sulastri sendiri bukan satu-satunya sandera. Ada sandera terkahir yakni Bripka Iwan Sarjana juga bisa dibebaskan dalam kondisi selamat pada Kamis (10/5/2018) dini hari. Kondisi Iwan mengalami luka-luka dan langsung dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara TK I Raden Said Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Menurut Komandan Satuan Brimob Polda Kalbar, Kombes Pol Agus Tri Heriyanto, Sulastri adalah Polwan yang berasal dari Kalimantan Barat. Nunung, yang merupakan suami dari Sulastri, bahkan pernah menjadi bawahan Agus saat bertugas di Brimob Kelapa Dua dulu. (*)