Kecam Invasi Rudal AS ke Suriah, NU Anjurkan Diplomasi

18 Apr 2018 18:27 Khazanah

Kekuatan militer gabungan Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis, membombardir Suriah. Ketiga negeri tersebut, melakukan invasi dan telah melancarkan serangan ke sejumlah lokasi di Suriah. Secara total mereka mengklaim sudah melesatkan 105 rudal.

Mencermati dan mengamati dengan seksama dinamika perpolitikan internasional terkait penyerangan yang dilakukan AS dan sekutunya, didukung oleh Inggris dan Prancis kepada Suriah mengakibatkan korban meninggal berjatuhan. Korban termasuk dari kalangan sipil.

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Sekjen PBNU) HA Helmy Faishal Zaini berpendapat sikap AS atas Suriah atas nama menyelesaikan konflik namun cara yang ditempuhnya adalah melakui serangan rudal yang menelan korban sipil yang tak berdosa merupakan suatu tindakan yang tidak dapat dibenarkan.

"NU mengecam keras perang dan tindakan kekerasan," ungkap Sekjen dalam keterangannya diterima ngopibareng.id, Rabu (18/4/2018).

Sekjen mendorong seluruh kepala negara dan tokoh agama dunia untuk terus membangun usaha-usaha demi terwujudnya perdamaian dunia.

"Mendesak PBB segera mengambil tindakan dan langkah konkrit dan tegas untuk menyelesaikan konflik yang terjadi di Suriah," lanjut Sekjen PBNU.

Berikutnya Sekjen mendorong Pemerintah RI untuk mengambil peran penting bagi terwujudnya dialog antarpihak, agar terciptanya suatu tatanan dunia yang aman dan tenang.

Pemerintah Indonesia juga harus ikut serta dan proaktif dalam membantu problem yang terjadi di Palestina.

"Pemerintah Indonesia memiliki peran yang sangat strategis untuk menjadi penengah yang bisa memediasi dinamika politik yang sedang terjadi," ungkapnya.

Kepada khusus kepada warga NU dilakukan agar membaca doa qunut nazilah, memohon pertolongan dan perlindungan pada Allah SWT.

"Agar di Suriah khususnya dan juga di dunia umumnya dapat tercipta situasi yang damai," harap Sekjen.

Seruan tersebut sangat penting mengingat Nahdlatul Ulama sebagai kekuatan civil society di Indonesia dan dunia berkomitmen untuk terus mengembangakn dakwah Islam yang toleran, moderat serta terus merekatkan persaudaran kemanusiaan bagi terwujudunya perdamaian dunia. (adi)