Keberangkatan 11 Calon Haji Kota Malang Tertunda, Terganjal Visa

11 Jul 2019 12:55 Jawa Timur

Keberangkatan untuk 11 calon haji yang berasal dari Kota Malang, Jawa Timur, harus tertunda akibat terganjal proses visa haji yang belum rampung hingga waktu keberangkatan.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Malang Muhtar Hazawawi mengatakan bahwa untuk 11 calon haji yang tertunda keberangkatannya tersebut akan digabungkan pada kloter berikutnya yang tersedia.

"Sebanyak 11 calon haji tertunda karena visa masih dalam proses, mudah-mudahan bisa segera diselesaikan dan akan digabung pada kloter berikutnya," kata Muhtar Hazawawi hari Kamis.

Muhtar memastikan bahwa nasib dari 11 calon haji tersebut dipastikan akan diberangkatkan, setelah visa diterima. Namun, untuk kepastian dari 11 calon haji tersebut akan tergabung pada kloter tertentu, masih akan dilakukan proses lebih lanjut.

"Penggabungannya kami masih belum tahu persis, karena akan melihat pada kloter mana yang kosong, baru kemudian akan digabungkan. Saya pastikan akan diberangkatkan," ujar Muhtar.

Sampai hari ini, telah diberangkatkan sebanyak 1.232 calon haji asal Kota Malang, yang tergabung pada kloter 15, 16, dan 17 menuju Asrama Haji Sukolilo Surabaya. Seharusnya, total jamaah yang diberangkatkan sebanyak 1.243 orang, jika tidak ada kendala visa.

Dari total jamaah tersebut, sebanyak 547 orang merupakan jamaah laki-laki, dan 696 orang merupakan jamaah perempuan. Jumlah jamaah yang tergabung pada kloter 15, dan 16, masing-masing 444 jamaah, dan pada kloter 17 sebanyak 344 orang.

Muhtar menambahkan berdasarkan laporan yang diterima oleh pihaknya, ada satu orang jamaah asal Kota Malang yang meninggal dunia pada pekan ini. Namun, secara keseluruhan, kondisi jamaah haji asal Kota Malang dalam kondisi sehat.

"Ada satu jamaah yang meninggal dunia, sakit mendadak. Hari ini tidak ada masalah, semua sehat, termasuk untuk jamaah yang tertua," ujar Muhtar.

Provinsi Jawa Timur mendapatkan kuota haji kurang lebih sebanyak 35.270 orang, dari total kuota sebanyak 231.000 orang, untuk seluruh wilayah Indonesia. Dari total kuota tersebut, dibagi menjadi 529 kloter dalam dua gelombang penerbangan.

Gelombang pertama akan diterbangkan ke Madinah 6-19 Juli 2019, dan gelombang kedua akan diberangkatkan ke Jeddah 20 Juli-5 Agustus 2019.(an/ar)

Penulis : M. Anis


Bagikan artikel ini