Kebagiaan Ibunda Jokowi, Figur Sederhana dari Solo

21 Oct 2019 02:01 Tokoh

Seorang di antara paling bahagia hari adalah ibunda Presiden Joko Widodo, Ny Sudjiatmi. Apalagi, putranya itu, kini telah dilantik sebagai orang nomor satu di negeri ini, untuk periode kedua, 2019-2024.

Seperti diketahui, Pelantikan Joko Widodo - KH Ma'ruf Amin telah berlangsung dengan lancar, Minggu 20 Oktober 2019 dalam Sidang Paripurna MPR di Jakarta.

Terdapat momen interaksi antara Jokowi dan sang ibundanya, seusai pelantikan. Momen tersebut tertangkap kamera fotografer Antara. Dari foto, terlihat Ny Sudjiatmi, berkemeja cokelat dan kerudung warna senada.

Sudjiatmi tampak meletakkan tangan di pundak Jokowi. Begitu pula Jokowi, memegang pundak sang ibu. Momen ini terjadi usai rangkaian acara pelantikan.

Tentang Ibunda Jokowi

Ny Sudjiatmi lahir pada 15 Februari 1943 di Desa Giriroto, Ngemplak, Boyolali, Jawa Tengah. Ia anak dari pasangan Wirorejo dan Sani yang sehari-hari berdagang kayu, usaha yang nantinya juga ditekuni Sudjiatmi dan suaminya.

Sebelum di birokrasi, Joko Widododikenal sebagai pengusaha kayu atau mebel sebelum terjun ke politik.

Sudjiatmi menikah dengan Widjiatno Notomihardjo pada 1959. Pasangan ini lalu pindah dari Boyolali ke Srambatan, Solo bagian utara. Tanggal 21 Juni 1961, lahirlah anak pertama mereka, Joko Widodo. Demikian tertulis dalam buku Jokowi dari Bantaran Kalianyar ke Istana (2018) karya Wawan Mas'udi dan Akhmad Ramdhoni.

Sudjiatmi dan suaminya memang orang biasa yang bahkan pernah mengalami kehidupan sulit. Keluarga ini beberapa kali pindah rumah, termasuk pernah tinggal di permukiman kumuh di bantaran kali.

Meski pernah mengalami masa sulit, pasangan Notomiharjo dan Sudjiatmi menyekolahkan Jokowi hingga ke perguruan tinggi, hingga sang putra merintis usaha mebel dan bisa memperbaiki taraf kesejahteraan keluarga. Hingga akhirnya, Jokowi terjun ke politik dan menjalani karier yang sukses, dari Wali Kota Solo dua periode, Gubernur DKI Jakarta, sampai terpilih menjadi Presiden RI ke-7 pada 2014.

Berkiprah di politik memantik konsekuensi bagi Jokowi, juga keluarganya termasuk sang ibunda. Kritik, caci-maki, hingga tuduhan tak berdasar seringkali menyerang keluarga Jokowi.

Jokowi bahkan pernah diisukan sebagai anak PKI, Cina, Kristen dan tudingan-tudingan sesat lainnya.

Sudjiatmi, dinukil dari buku Saya Sujiatmi, Ibunda Jokowi (2014) karya Kristin Samah dan Francisca Ria Susanti, pernah didatangi sejumlah ulama terkait tudingan anaknya bukan orang Islam. Ia terkejut, namun tetap tenang dan menjawab apa adanya bahwa berbagai serangan itu tidak benar.

"Saya biasa saja. Saya ditanya teman-teman. 'Sakit Bu?' 'enggak, biarin.' Orang mau ngomong apa saja, yang penting Jokowi ndak [seperti] itu, ndak [seperti] yang dituduh-tuduhkan," ucapnya, 24 Desember 2018.

Minggu 20 Oktober, siang tadi, Jokowi berangkat ke pelantikan bersama keluarga. Dia ditemani sang istri, Iriana, dan ketiga anaknya, yaitu Gibran Rakabuming, Kahiyang Ayu, dan Kaesang Pangarep. Suami Kahiyang, Bobby Nasution, serta anaknya, Sedah Mirah Nasution, juga hadir.

Istri Gibran, Selvi Ananda, dan putranya, Jan Ethes Srinarendra, tidak ikut serta. Alasannya, Selvi sedang hamil besar.

Malam ini, Jokowi melanjutkan kegiatan dengan bertemu utusan sejumlah negara sahabat. Setelah itu, dia juga akan menemui relawan.