Kejanggalan di Balik Kematian Adik Bupati Trenggalek

13 Dec 2018 13:55 Nasional

Kematian Eril Arioristanto Dardak, adik kandung Bupati Trenggal Emil Dardak terbilang cukup aneh. Eril ditemukan tewas di dalam kamar kos dengan kepala terbungkus kantong plastik.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Bandung, AKBP M Rifai mengatakan, meski terbungkus kantung plastik namun sejatinya kantung itu tidak membungkus dengan rapat.

"Hasil olah TKP menunjukkan bahwa kantung plastik yang menutup kepala itu longgar tidak terikat," kata Rifai pada wartawan, Kamis 13 Desember 2018.

Menurut Rifai, selain kantung plastik sangat longgar tidak terikat, ternyata juga tidak ditemukan adanya guratan di leher korban.

Yang membuat polisi masih terus melakukan penyelidikan adalah ditemukannya selang oksigen yang terplester menempel di kantung plastik itu.

Saat melakukan olah TKP di tempat kos mewah yang digunakan Eril yakni di Jalan Dago Asri I, Kelurahan Dago, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, polisi juga menemukan adanya tabung oksigen berukuran kecil.

"Kami tidak tahu kegunaan tabung itu, tapi tabung itu kami temukan tersambung dengan selang ke kantung plastik yang membungkus kepala korban," kata dia.

Terkait temuan ini, polisi masih belum berani berspekulasi penyebab kematian pemuda yang baru saja lulus dari Institut Teknologi Bandung ini.

Apalagi, hasil autopsi tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh alumni jurusan Teknik Kelautan ini. Pihak keluarga juga tidak mau jenazah pria berusia 21 tahun ini diautopsi.

Sekadar diketahui, anak dari mantan Wakil Menteri PU Hermanto Dardak ditemukan meninggal di kamar kosnya pada Rabu 12 Desember 2018. Caleg DPR RI PAN dari dapil VII Jawa Timur ini ditemukan tidak bernyawa oleh petugas pembersih kamar kos sekitar pukul 11.00 WIB.

Saat itu, petugas pembersih kos curiga karena kamar Eril terkunci dari dalam dan ketika diketuk tidak ada jawaban dari dalam. Petugas pembersih kamar lantas menghubungi pengelola kos dan membuka kamar tersebut dengan kunci cadangan dan menemukan Eril telah tergeletak tak bernyawa. (man)

Penulis : Rohman Taufik


Bagikan artikel ini