Kaum Muda NU Galang Dana, Peduli Korban Tsunami Sunda-Lampung

25 Dec 2018 08:28 Nusantara

Kaum muda Nahdlatul Ulama selain menyalurkan bantuan melalui NU Peduli, juga aktivitas penggalangan dana. Hal itu dilakukan kaum muda Nahdliyin, tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Provinsi Banten.

Mereka mulai melakukan penggalangan dana untuk korban tsunami Pandeglang, Serang-Banten dan Lampung Selatan. Penggalangan dilakukan oleh pengurus PMII tingkat kota-kabupaten, komisariat dan rayon. PMII juga mendirikan posko untuk menampung bantuan dari masyarakat di sejumlah kampus.

Dalam keterangan diterima ngopibareng.id, penggalangan bantuan dibagi menjadi lima titik, antara lain di Malingping, Rangkas Bitung, Ciceri, Kota Serang, Petir dan Masjid Atsauroh. Di beberapa lokasi terdapat ratusan karder PMII yang dengan antusias menggalang dana dari para pengguna jalan.

"Dengan membawa alat seadanya, mahasiswa NU tersebut tiada henti berjalan dari mobil ke mobil untuk meminta uluran tangan para dermawan. Dalam waktu sehari, kegiatan penggalangan dana tersbut berhasil menghimpun sebesar hampir Rp 13 juta."
NU PEDULI Kaum muda Nahdlatul Ulama selain menyalurkan bantuan melalui NU Peduli juga aktivitas penggalangan dana Foto nu for ngopibarengid
NU PEDULI: Kaum muda Nahdlatul Ulama selain menyalurkan bantuan melalui NU Peduli, juga aktivitas penggalangan dana. (Foto: nu for ngopibareng.id)

Dengan membawa alat seadanya, mahasiswa NU tersebut tiada henti berjalan dari mobil ke mobil untuk meminta uluran tangan para dermawan. Dalam waktu sehari, kegiatan penggalangan dana tersbut berhasil menghimpun sebesar hampir Rp 13 juta. Selain penggalangan dana, kader PMII juga mengumpulkan ratusan pakaian laik pakai dan sembako dari masyarakat.

Kegiatan ini dilakukan karena para korban masih kekurangan berbagai jenis bantuan. Dalam keterangannya, bantuan tersebut akan diberikan kepada para korban tsunami terutama korban yang ada di Sumur Kabupaten Pandeglang.

Tak lupa, Ketua Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Banten, Ahmad Solahudin mengucapkan bela sungkawa atas musibah yang menimpa wilayah Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang dan Lampung. Ia dan lembaganya akan terus berupaya membantu para korban dengan terus menerus membuka posko dan penggalangan dana.

"Kami juga akan terus turun ke jalan untuk meminta uluran tangan para dermawan sampai korban dinyatakan tidak kekurangan logistik. Selain itu, relawan PMII Banten sudah diterjunkan di sejumlah titik bencana," ujarnya, Senin 24 Desember 2018.

Bantuan Dubes China

Sementara itu, Duta Besar (Dubes) China untuk Indonesia Xiao Qian bersama dengan rombongannya mengunjungi kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jalan Kramat Raya, Jakarta, pada Senin 24 Desember. Mereka diterima langsung oleh Ketua PBNU, KH Said Aqil Siroj.

Kiai Said dan Dubes Qian membicarakan persoalan Muslim Uighur di Xinjiang yang ‘menghangat’ dalam beberapa bulan terakhir. Tidak hanya itu, pada kesempatan itu Dubes Qian menyalurkan bantuan untuk para korban tsunami Selat Sunda melalui PBNU. Dubes Qian mengaku prihatin dengan para korban tsunami Selat Sunda.

“Kami juga melalui PBNU mendonasikan uang sebanyak 200 juta kepada masyarakat korban Selat Sunda,” kata Dubes Qian.

Ia berterimakasih karena Kiai Said sudah menginstruksikan jajarannya agar bekerja keras dan cepat dalam menyalurkan bantuan untuk para korban tsunami Selat Sunda. Sehingga para korban bisa segera mendapatkan bantuan.

Sebagaimana diketahui, gelombang tinggi yang menyebabkan tsunami terjadi di Selat Sunda pada Sabtu 22 Desember 2018 sekitar pukul 21.27 WIB. Erupsi gunung api dari Gunung Anak Krakatau diduga menyebabkan guguran material yang jatuh ke lautan dan akhirnya mengakibatkan gelombang tinggi.

Hingga berita ini diturunkan, korban meninggal akibat tsunami di Selat Sunda yang menerjang Banten dan Lampung mencapai 373 orang dan melukai 1.459 orang.

“Data sementara dampak bencana tsunami yang menerjang pantai di Selat Sunda hingga Senin 24 Desember 2018 pukul 17.00 WIB, tercatat 373 orang meninggal dunia, 1.459 orang luka-luka, 128 orang hilang, dan 5.665 orang mengungsi,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho kepada wartawan, Senin 24 Desember 2018. (adi)

Reporter/Penulis : Riadi


Bagikan artikel ini