Gubernur DKI jakarta Anies Baswedan menilai PSBB di Jakarta berhasil. (Foto:Pemprov)
Gubernur DKI jakarta Anies Baswedan menilai PSBB di Jakarta berhasil. (Foto:Pemprov)

Kata Anies Baswedan PSBB Jakarta Berhasil, Ini Datanya

Ngopibareng.id Nasional 26 September 2020 17:53 WIB

Kebijakan menarik "rem darurat" dan memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara ketat untuk kedua kalinya sejak 14 September 2020 dinilai berhasil menekan pertambahan kasus COVID-19 di DKI Jakarta.

"Pelandaian grafik kasus aktif bukanlah tujuan akhir. Kita masih harus bekerja bersama memutus rantai penularan," kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Data dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, Sabtu menyebutkan bahwa pertambahan kasus aktif COVID-19 pada 30 Agustus hingga 11 September 2020, sebelum PSBB ketat, adalah 49 persen. Pada 30 Agustus ada kasus aktif sebanyak 7.960 dan 11 September 2020 sebanyak 11.824. Ada peningkatan 3.864.

Kemudian kasus aktif di Jakarta pada 23 September 2020 atau dalam 12 hari, tercatat sebanyak 13.277, mengalami peningkatan 1.453 atau 12 persen.

Pelambatan tersebut, kata Anies, belum tuntas karena kasus aktif masih rentan kembali melonjak. Karena itu, pengetatan PSBB perlu terus dijalankan lebih lama dengan penegakan protokol kesehatan, yakni 3M atau Memakai masker, Menjaga jarak dan Mencuci tangan yang semakin kuat.

Untuk kasus positif secara total pada 30 Agustus 2020 tercatat 39.280, bertambah 13.041 (33 persen) dalam 12 hari atau sebesar 52.321 kasus pada 11 September 2020. Dalam 12 hari kemudian, pertambahan yang terjadi adalah 14.184 (27 persen) dan pada 23 September 2020 tercatat 66.505 kasus.

Untuk pasien sembuh pada 30 Agustus 2020 tercatat sebanyak 30.134 orang, bertambah 8.981 (30 persen) dalam 12 hari pada 11 September 2020 jumlahnya 39.115 pasien. Dalam 12 hari kemudian pada 23 September 2020, pasien sembuh menjadi 51.578 pasien atau meningkat 12.463 pasien (32 persen).

Sementara pasien meninggal dunia pada 30 Agustus 2020 sebanyak 1.186 kasus, bertambah 196 kasus (17 persen) dalam 12 hari. Pada 11 September 2020 tercatat sebanyak 1.382 kasus meninggal dan 12 hari berikutnya, tanggal 23 September 2020, kasus meninggal sebanyak 1.650 kasus atau meningkat 268 kasus (19 persen).

Anies Baswedan telah memperpanjang kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta hingga 11 Oktober 2020.

Perpanjangan selama dua pekan itu dilakukan karena masih berpotensi terjadinya kenaikan angka kasus positif virus corona (COVID-19) jika pelonggaran diberlakukan.

Berdasarkan pemantauan dan evaluasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi DKI Jakarta dan juga tertuang dalam Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 959 Tahun 2020, perlu dilakukan perpanjangan pembatasan selama 14 hari berikutnya jika kasus belum menurun secara signifikan.

"Menko Kemaritiman dan Investasi juga menyetujui perpanjangan otomatis PSBB DKI Jakarta selama dua pekan," kata Anies.(ant/asm)

Penulis : M. Anis

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

21 Oct 2020 21:30 WIB

Sinopsis Flying Swords of Dragon Gate: Jurus Pedang Jet Li

Film

MNC TV akan menayangkan film Flying Swords of Dragon Gate.

21 Oct 2020 20:49 WIB

Ipuk Janji Perkuat Perlindungan & Pendampingan Pekerja Migran

Pilkada

Ipuk juga akan melakukan pendampingan terhadap eks pekerja migran.

21 Oct 2020 20:42 WIB

Ikut Roadshow Kampanye Er-Ji, Risma Sudah Izin Cuti ke Khofifah

Pilkada

Khofifah telah memberi lampu hijau untuk Risma

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...