Kabag Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara (Foto: Andhi Dwi/Ngopibareng.id)
Kabag Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara (Foto: Andhi Dwi/Ngopibareng.id)

Kasus Aktif 50, Pemkot Surabaya Tetap Imbau Protokol Kesehatan

Ngopibareng.id Rek, Ojok Angel Tuturane 17 November 2020 06:57 WIB

Berdasarkan data https://lawancovid-19.surabaya.go.id/, per tanggal 15 November 2020, wilayah yang dipimpin oleh Walikota, Tri Rismaharini itu, saat ini hanya menyisakan 50 pasien konfirmasi dalam perawatan.

Ketika dikonfirmasi, Kabag Humas Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajatara membenarkan hal tersebut. Menurut dia, hal tersebut merupakan hasil dari kinerja pemerintah dalam memutus penyebaran.

Tracing kami perketat, ketika tahu yang positif kami tracing, kami cari 50 orang yang kontak erat dilanjutkan testing, terutama untuk kontak erat,” kata Febri, kepada media, Senin, 16 November 2020.

Di sisi lain, kata Febri, jajaran Puskemas di wilayah pasien rawat jalan turut mempengaruhi data tersebut. Selain itu, mereka juga telah melakukan penanganan terhadap warga rentan.

"Puskesmas treatment kepada warga yang punya komorbid dan sering melakukan cek up. Pemberian bantuan oximetri terhadap orang-orang yang rentan Covid-19 jangan sampai terjadi,” jelasnya.

Tak hanya itu, Febri mengungkapkan dibentuknya kampung tangguh juga meminimalisir penyebaran Covid-19. Sebab, para petugas selalu melakukan pengawasan kepada warga sekitar.

“Melalui Satgas kampung tangguh, siapa saja yang habis dari luar kota, untuk meminta hasil swab tes. Jangan sampai kawasan itu nol Covid-19, karena warga dari luar Surabaya tidak melaporkannya,” ujarnya.

Kemudian, melalui tim swab hunter, Pemkot Surabaya memaksimalkan swab bagi pelanggar protokol kesehatan di tempat umum. Agar masyarakat mengetahui pentingnya protokol kesehatan.

“Pemkot selalu melakukan sosialisasi dengan menggunakan tim swab hunter, ketika melanggar prokes selain mengingatkan juga dilakukan swab kepada pelanggar yang tidak pakai masker atau kerumunan,” ucapnya.

Oleh karena itu, Febri pun mengimbau masyarakat agar tidak terlena dengan sedikitnya angka kasus tersebut. Sebab, data itu berkembang dinamis, tergantung perilaku masyarakat.

“Harapannya warga tetap bisa waspada jangan melihat dari angka 50. Mari bersama-sama kita jaga kondisi Kota Surabaya ini bisa tetap melandai, bahkan menjaga Covid-19 ini bisa hilang,” tutupnya.

Penulis : Andhi Dwi Setiawan

Editor : Dyah Ayu Pitaloka

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

22 Jan 2021 05:17 WIB

Saatnya Politisi Puasa Bicara

As’ad Said Ali

Tak memolitisasi pandemi Covid-19

22 Jan 2021 03:08 WIB

Saat Peradaban Barat Mundur, Tak Otomatis Islam Jadi Alternatif

Khazanah

Prof Azyumardi Azra tentang perdamaian dunia

22 Jan 2021 02:38 WIB

Yudi Latif: Muhammadiyah, Bentuk Terbaik Politik Identitas

Khazanah

Di tengah politik identitas menjadi masalah sekarang

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...