lustrasi harimau yang terjerat. (Foto: sejarahkacau30.files.wordpress.com)
lustrasi harimau yang terjerat. (Foto: sejarahkacau30.files.wordpress.com)

Kasihan, Harimau yang Kakinya Terjerat Terancam Diamputasi

Ngopibareng.id Warta Bumi 28 March 2019 11:16 WIB

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Suharyono, mengatakan harimau Sumatera (panthera tigris sumatrae) liar yang terjerat di kawasan hutan Restorasi Ekosistem Riau (RER) terluka parah dan ada kemungkinan kakinya diamputasi.

“Diharapkan 2-3 hari ke depan ada kejelasan dari dokter hewan yang menangani. Mudah-mudahan tidak diamputasi,” kata Suharyono. 

Satwa langka dilindungi itu berhasil dievakuasi oleh tim gabungan dari BBKSDA Riau dan Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dhamasraya (PR-HSD) dari lokasi terjeratnya pada Senin 24 Maret.

Hasil diagnosa awal tim medis menyatakan harimau itu berjenis kelamin jantan dengan perkiraan usia 3-4 tahun, dan bobotnya sekitar 90 kilogram. Harimau itu terkena jerat di kaki kiri bagian depan, yang diperkirakan sudah berlangsung selama tiga hari.

“Saat ditemukan (harimau) diperkirakan sudah terjerat selama tiga hari sampai kakinya mengalami infeksi dan lukanya dikerumini lalat,” ujarnya.

Untuk proses penanganan lebih lanjut, ia mengatakan BBKSDA Riau telah menyerahkan harimau terluka itu kepada Balai KSDA Sumatera Barat (Sumbar) yang selanjutnya dititipkan ke PR-HSD di Dhamasraya, Sumbar.

“Setelah tiba di Dhamasraya, harimau itu baru mau minum, belum mau makan karena masih trauma. Harimau itu juga demam karena luka di kakinya sampai suhu tubuhnya sekitar 41 derajat celcius,” ujarnya.

Sebelumnya, harimau Sumatera itu terjerat di kawasan RER yang dikelola PT Gemilang Cipta Nusantara (GCN) di Desa Sangar Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan.

Perusahaan dari APRIL Group ini mengantongi izin restorasi ekosistem dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Kawasan Semenanjung Kampar, Kabupaten Pelalawan, sejak 2012 dengan luas 20.265 hektare.

Berdasarkan riset dari lembaga perlindungan satwa WWF dan WCS (Wildlife Conservation Society), kawasan Semenanjung Kampar merupakan kantong populasi harimau sumatera kelas 2 yang mampu menampung hingga 50 individu.

Suharyono berharap harimau tersebut bisa diselamatkan sehingga jumlah satwa belang yang mati di Riau tidak bertambah. Sebelumnya, tiga ekor harimau sumatera liar mati akibat jerat yang dipasang warga di Riau pada 2018.

Penulis : Moch. Amir

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

06 Sep 2020 12:45 WIB

Penyanyi Reza Artamevia Minta Maaf Setelah DItangkap Polisi

Gosip Artis

Penyanyi Reza Artamevia ditangkap atas kepemilikan sabu-sabu 0,78 gram.

03 Sep 2020 13:48 WIB

Musisi JH Ditangkap Polisi Karena Narkoba

Musik

Musisi JH ditangkap di sebuah hotel karena membawa sabu-sabu.

19 May 2020 08:47 WIB

Harimau Sumatera Mati Dijerat Pemburu Profesional di Riau

Warta Bumi

Lokasinya penjeratan berada di area konsesi hutan PT PT Arara Abadi.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...