Prostitusi Terselubung, Karaoke Maxxi Brillian Digrebek Polisi

04 Dec 2018 17:48 Kriminalitas

Kepolisian Daerah Jawa Timur menggrebek sebuah tempat karaoke yang menyediakan tarian erotis dan layanan seks kepada pengunjungnya. Aparat polisi dari Polda Jawa Timur menggrebek Karaoke Maxxi Brillian di Blitar pada Senin 3 Desember dini hari lalu.

Saat menggrebek tempat hiburan ini, polisi menemukan aktivitas tak senonoh di ruangan nomor empat. Saat itu, ada satu orang pengunjung pria dan dua orang perempuan yang sedang melakukan hubungan seksual di ruangan ini. Bahkan, menurut pengakuan mereka sebelum melakukan hubungan seksual itu, dua perempuan yang berkedok sebagai pemandu lagi menyajikan tarian erotis kepada tamunya.

"Kami sudah menetapkan dua tersangka. Tersangka yang pertama adalah Saudari Ratna Ayu alias Mami Ratna. Dia adalah seorang mami atau mucikari yang memberi akses terjadinya kegiatan pencabulan di situ. Yang kedua Juwito Qairul Anwar, dia adalah manajer tempat karaoke," kata Kombes Frans Barung, Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur saat konferensi pers di Markas Polda Jawa Timur.

Dalam penggrebekan itu, polisi juga mengamankan pakaian dalam milik dua pemandu lagu,  beberapa ponsel dan uang tunai 2,8 juta, kondom bekas pakai, dan kondom baru milik pemandu lagu dan tersangka.

Selain menetapkan dua tersangka, polisi juga polisi juga mengamankan 20 orang pemandu lagu dan lima orang manajer serta mucikari yang saat itu berada di lokasi, untuk dimintai keterangan.

Barung juga menjelaskan awal mula penggrebekan ini berawal dari informasi masyarakat jika ada dugaan tempat karaoke ini dijadikan tempat mesum. Mendapat informasi ini Polda Jawa Timur dari Direktorat Kekerasan Anak dan Wanita turun mendatangi lokasi ini.

"Laporan warga itu ternyata benar. Saat menggrebek tempat itu polisi mendapati ruang karaoke nomor empat, pengunjunganya dalam keadaan bugil," kata Barung.

Kedua tersangka dijerat Pasal 296 KUHP dan atau Pasal 506 KUHP dan atau Pasal 55 KUHP Jo Pasal 56 KUHP tentang memudahkan perbuatan cabul dengan ancaman pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan. (ocn)

Penulis : Roesdan Suriansyah
Editor : Moch. Amir


Bagikan artikel ini