Kepala Kepolisian RI (Kapolri) Jenderal Idham Azis. (Foto: Dok. Polri)
Kepala Kepolisian RI (Kapolri) Jenderal Idham Azis. (Foto: Dok. Polri)

Kapolri Perintahkan Tembak Mati Kelompok Teroris MIT

Ngopibareng.id Nasional 01 December 2020 10:50 WIB

Kapolri Jenderal (Pol) Idham Azis memerintahkan personelnya menindak tegas kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT). Ia pun meminta anggotanya tak segan menembak mati mereka apabila melawan.

“Saya sudah bilang ke anggota, tindak tegas mereka. Jika ketemu lalu mereka melawan, tembak mati saja,” kata Idham Azis melalui keterangan tertulis, Selasa 1 Desember 2020.

Kelompok yang dipimpin Ali Kalora tersebut diduga pelaku pembunuhan satu keluarga dan pembakaran rumah di Sigi, Sulawesi Tengah, pada Jumat 27 November lalu. Menurut Idham Azis, negara tidak boleh kalah dengan kelompok yang sudah melakukan aksi teror kepada masyarakat.

Saat ini, kelompok tersebut masih diburu oleh personel TNI-Polri. Polri mengerahkan Satgas Tinombala. Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto juga disebut telah menerjunkan pasukan TNI untuk turut memburu Ali Kalora dkk.

“Kita akan cari sejumlah tempat yang selama ini jadi persembunyian kelompok Ali Kalora,” tandas Kapolri.

 

Diberitakan sebelumnya, terjadi pembunuhan terhadap empat orang warga di Dusun lima Lewonu, Desa Lemban Tongoa, Kecamatan Palolo, Sigi. Para pelaku juga membakar enam rumah warga dan satu rumah tempat pelayanan umat. Atas kejadian tersebut, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memerintahkan Kapolri untuk mengusut jaringan pelaku.

"Saya sudah memerintahkan Kapolri untuk mengusut tuntas jaringan-jaringan pelaku dan membongkar jaringan itu sampai ke akar-akarnya. Saya juga telah memerintahkan kepada Kapolri dan Panglima TNI untuk meningkatkan kewaspadaan," kata Jokowi melalui YouTube Sekretariat Presiden, Senin kemarin.

Jokowi menyebut, dirinya mengutuk keras tindakan-tindakan di luar batas kemanusiaan dan tidak beradab semacam ini. Tindakan biadab itu, kata dia, bertujuan untuk menciptakan provokasi dan teror di tengah masyarakat serta merusak persatuan dan kerukunan di antara warga bangsa.

"Sekali lagi saya tegaskan bahwa tidak ada tempat di tanah air kita ini bagi terorisme," ujar Jokowi.

Selain itu, dukacita yang mendalam juga disampaikan presiden kepada korban dalam tragedi kemanusiaan ini. Pemerintah, kata Jokowi, akan memberikan santunan bagi keluarga yang ditinggalkan.

Jokowi juga meminta masyarakat tetap tenang dan bersama-sama melawan terorisme. "Saya minta kepada seluruh masyarakat di seluruh pelosok Tanah Air agar semuanya tetap tenang dan menjaga persatuan, namun juga waspada. Kita semua harus bersatu melawan terorisme," ucap dia.

Penulis : Asmanu Sudharso

Editor : Yasmin Fitrida

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

22 Jan 2021 03:08 WIB

Saat Peradaban Barat Mundur, Tak Otomatis Islam Jadi Alternatif

Khazanah

Prof Azyumardi Azra tentang perdamaian dunia

22 Jan 2021 02:38 WIB

Yudi Latif: Muhammadiyah, Bentuk Terbaik Politik Identitas

Khazanah

Di tengah politik identitas menjadi masalah sekarang

22 Jan 2021 00:56 WIB

Usai Copot Hijab, Selebgram Rachel Vennya akan Cerai?

Gosip Artis

Selebgram Rachel Vennya mengunggah postingan soal cerai.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...