Kapolri Copot 3 Kapolda, Termasuk Kapolda Sultra

27 Sep 2019 20:34 Nasional

Kapolri Jenderal Tito Karnavian merotasi sejumlah perwira tinggi. Salah satunya Kapolda Sulawesi Tenggara (Sultra), Kapolda Papua, dan Kapolda Riau.

Mutasi yang tertuang dalam surat telegram Kapolri Nomor: ST/2569/IX/KEP/2019 tertanggal Jumat, 27 September 2019 itu ditandatangani AS SDM Kapolri Irjen Eko Indra Heri S.

Surat surat telegram itu, Kapolda Sultra Brigjen Pol Irianto dimutasi menjadi Irwil III Itwasum Polri. Kapolda Sultra dijabat oleh Brigjen Merdisyam.

Kemudian, Kapolda Papua Irjen Rudolf A Rodja dimutasi menjadi Analisa Kebijakan Utama Bidang Sabhara Baharkam Polri. Posisi Kapolda Papua digantikan oleh Irjen Paulus Waterpau.

Selain itu, Kapolda Riau Irjen Widodo Eko Prihastopo dimutasi jadi Pati Baintelkam, penugasan di BIN. Posisinya akan diganti oleh Irjen Agung Setya Imam Effendi.

Pencopotan itu diduga terkait tewasnya seorang demonstran, Randi yang tertembak peluru tajam di dadanya. Namun, hal itu dibantah. 

"Mutasi ini adalah hal yang alami dalam organisasi Polri sebagai tour of duty and tour of area, penyegaran, promosi dan dalam rangka peningkatan performa kinerja organisasi menuju SDM unggul dan promoter," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo seperti dikutip detik, Jumat, 27 September 2019.

Sementara gelombang aksi protes terkait penembakan oknum polisi terhadap Randi terus terjadi. Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) menggelar protes di Palu. Massa aksi minta Kapolri copot Kapolda Sultra Brigadir Jendral Iriyanto dan melakukan shalat gaib.

Aksi berlangsung pada Jumat, 27 September 2019 di perempatan Jalan Samratulangi, Raden Saleh dan Jalan S. Parman. Mahasiswa yang berjumlah belasan itu, dikawal oleh ratusan aparat kepolisian lengkap dengan mobil watercannon dan senjata gas air mata.

Dalam aksinya para peserta juga melaksanakan salat gaib. Mereka berduka atas meninggalnya 2 mahasiwa UHO yaitu Randi (21) dan Yusuf (19).

Salah seorang mahasiswa yang mewakili massa aksi menyuarakan, agar pihak kepolisian tidak perlu untuk melakukan penjagaan massa aksi yang cukup terbilang sangat ketat. Kedatangan massa aksi hanya menyampaikan tiga tuntutan untuk Kapolda Sulteng agar bisa dibawa ke Mabes Polri.

Penulis : Witanto
Editor : Moch. Amir


Bagikan artikel ini