Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian. (Foto: Dok. Puspen TNI)
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian. (Foto: Dok. Puspen TNI)

Kapolri Berkantor di Papua dan Maklumat Larang Demo Anarkis

Ngopibareng.id Nasional 01 September 2019 13:48 WIB

Kapolri Jenderal Tito Karnavian memerintahkan Kapolda Papua Irjen Rudolf Albert Rodja dan Kapolda Papua Barat Brigjen Hery Rudolf Nahak, mengeluarkan maklumat seusai serangkaian aksi demonstrasi di dua wilayah tersebut yang berakhir anarkis.

"Saya sudah perintahkan kepada Kapolda Papua dan Papua Barat untuk mengeluarkan maklumat. Maklumat untuk melakukan larangan demonstrasi atau unjuk rasa yang potensial anarkis," ujar Tito seusai acara HUT Polwan ke-71 di Polda Metro Jaya, Jakarta, Minggu 1 September 2019.

Tito berkaca dari peristiwa di Manokwari dan Jayapura, ketika kepolisian mempersilakan massa menyampaikan aspirasi sesuai dengan aturan yang berlaku. Namun, kata Tito, aksi tersebut berujung anarkis.

"Pengalaman di Manokwari dan di Jayapura, kita niatnya baik, memberikan kesempatan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998, menyampaikan pendapat," ujar Tito.

"Tapi kenyataannya menjadi anarkis, menjadi rusuh, ada korban, kerusakan. Penyampaian pendapat bukan berarti anarkis, itu nggak bisa ditolerir," imbuhnya.

Selain perintah menerbitkan maklumat, dia memerintahkan para kapolda di seluruh wilayah untuk menjamin keamanan mahasiswa asal Papua.

Tito dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto akan berkantor sementara di Papua. Mereka akan berada di bumi cenderawasih hingga kondisi keamanan dan ketertiban sudah dapat dipastikan kondusif.

"Saya sendiri dengan Bapak Panglima nanti, kemungkinan besar besok (Senin, 2 September 2019) akan ke sana (Papua) ya, untuk mengendalikan betul-betul situasi terkendali dan melakukan langkah penegakan hukum," kata Tito.

Ia memperkirakan berkantor di Papua selama sepekan. Eks Kapolda Papua ini memastikan penindakan hukum berjalan jika masih terjadi kerusuhan.

"Saya akan paling tidak mungkin empat, lima hari, seminggu akan ada di situ sampai situasi benar-benar aman. Kalau tidak (kunjung kondusif), kurang (pasukan), saya akan menambahkan pasukan. Dan kalau ada yang melakukan kerusuhan, kita akan tegakkan hukum pada mereka," ujar Tito.

Penulis : Yasmin Fitrida

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

15 Jan 2021 21:53 WIB

Pergantian Kapolri, Arema FC Optimis Liga 1 Bergulir Kembali

Liga Indonesia

Memanfaatkan momentum fit and proper test calon Kapolri baru.

14 Jan 2021 14:49 WIB

Ini 2 Warisan Kasus dari Kapolri Idham Azis Kepada Pengganti

Nasional

Presiden secara resmi telah mengajukan nama Komjen Listyo Sigit Prabowo.

13 Jan 2021 23:00 WIB

Calon Kapolri Listyo: Mohon Doa Fit and Proper Test

Nasional

Kabareskrim Polri Komjen Listyo calon tunggal Kapolri.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...