Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan (Foto: Roesdan/ngopibareng.id)

Lagi, Polda Jatim Tetapkan 3 Tersangka Baru

Surabaya 22 January 2019 18:45 WIB

Kepolisian Daerah Jawa Timur menetapkan tiga tersangka baru kasus amblesnya jalan raya Gubeng. Tiga tersangka tersebut RH, R, dan AL. Para tersangka ini adalam pelaksana proyek basement RS Siloam yang berasal dari PT Saputra dan PT NKE.

Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan kepada wartawan, Selasa, 22 Januari 2019 mengatakan penetapan terhadap tiga tersangka ini setelah dilakukan pemeriksaan sejumlah saksi pelaksana proyek.

"Dari 16 perusahaan yang terlibat dalam pengerjaan proyek basement itu ada 40 pekerja yang kami mintai keterangan sebagai saksi," ujar Luki saat meninjau jalan raya Gubeng Surabaya.

Luki menambahkan para tersangka itu 2 orang berasal dari PT Saputra dan 1 orang dari PT NKE. "Tiga tersangka berasal dari PT Saputra ada dua orang, dan dari PT NKE sebanyak satu orang. Mereka adalah pelaksana," katanya.

Saat ditanya alasan dan peran para tersangka dalam kasus yang menyebabkan amblesnya jalan raya Gubeng, Luki tidak menjelaskan detail. Kata Luki, pihak kepolisian akan menjelaskan detail peran para tersangka pada rilis yang akan digelar besok.

"Perannya masing-masing tersangka besok kami jelaskan. Yang jelas tiga orang ini sudah cukup kuat untuk kami naikkan statusnya menjadi tersangka," katanya.

Sebelumnya, Polda Jatim juga menetapkan satu tersangka dengan inisial F. F adalah pelaksana proyek basement RS Siloam. Total sampai saat ini kasus amblesnya jalan raya Gubeng sudah 4 orang menjadi tersangka. (ocn)

Penulis : Roesdan Suriansyah

Editor : Witanto

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

27 Mar 2020 23:20 WIB

Petugas Semprot Jalan di Surabaya Pakai Water Cannon

Surabaya

Berharap agar sepanjang Jalan Kota Surabaya steril.

27 Mar 2020 22:25 WIB

Polda Uji Coba Kawasan Physical Distancing di Tiga Perumahan Ini

Jawa Timur

Meminimalisir penyebaran Covid-19 di lingkungan perumahan tersebut.

27 Mar 2020 16:30 WIB

Tutup Jalan Protokol, Polda Jatim Tolak Disebut 'Lockdown' Lokal

Jawa Timur

Penutupan mengurangi kerumunan masyarakat

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.