59 calon jamaah haji mendatangi Polda Jatim, karena merasa ditipu, Selasa 6 Agustus 2019. (Foto: istimewa)

Kanwil Kemenag Tak Pungkiri Ada Kursi Kosong dan Kuota Cadangan

Jawa Timur 09 August 2019 14:28 WIB

Pelaksana Tugas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur tak membantah jika ada kuota cadangan dan kursi kosong dalam pemberangkatan haji setiap tahunnya. Namun ia membantah jika kuota cadangan dan kursi kosong tersebut bisa 'dimainkan' untuk percepatan pemberangkatan haji.

Machfud Amin, Pelaksana Tugas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur menerangkan jika kuota cadangan itu muncul karena beberapa sebab. Misalnya saja calon jemaah haji tidak segera melunasi pembayaran haji. Atau ia mengundurkan diri karena alasan lain seperti sakit, hamil, dan meninggal.

Nah, dari kuota cadangan yang muncul tersebut, Kanwil Kemenag Jawa Timur akan mengisinya dengan calon jemaah haji yang akan berangkat untuk tahun depannya. Machfud menggarisbawahi bawah hanya untuk calon jemaah haji yang akan berangkat tahun depan. Tak bisa melompat untuk calon jemaah haji tahun-tahun akan datang.

“Kita ambil yang berangkatnya terdekat. Misal tahun depan mau berangkat, tapi sekarang ada yang kosong ya kita masukan. Namun ada kualifikasinya, seperti orang lanjut usia itu. Tapi ga ada mbayar-mbayar, ngasih jatah gitu. Big No,” lanjut Amin.

Kuota cadangan ini berbeda dengan kursi kosong. Kata Machfud, kursi kosong ini muncul karena calon jemaah haji sampai dengan injury time pemberangkatan, ternyata mendadak membatalkan karena sebab tertentu.

Kursi kosong ini tak bisa digantikan oleh jemaah lain karena berkaitan dengan penyiapan administrasi seperti izin, visa dan imunisasi untuk calon jemaah haji. Kursi kosong ini muncul biasanya jika ada calon jemaah haji yang membatalkan keberangkatan haji kurang dari sebulan. Untuk pemberangkatan haji tahun ini, Machfud menyebut ada 80 kursi kosong yang ditinggalkan oleh calon jemaah haji.

Sebelumnya, pelaku penipuan yang telah ditetapkan menjadi tersangka oleh polisi, Murtaji Junaidi (MJ) mengklaim bisa memberangkatkan calon jemaah haji lebih awal daripada jadwal. Syaratnya calon jemaah haji harus menambah pembayaran sejumlah uang.

Untuk mengelabui calon korbannya, Murtaji menyebut jika percepatan pemberangkatan haji itu akan memanfaatkan jatah dari Kementerian Agama. Makanya baru akan diberangkatkan pada kloter terakhir.

Penulis : Alief Sambogo

Editor : Moch. Amir

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

07 Jul 2020 00:05 WIB

Pacaran 6 Bulan, Eks Kapten Timnas U-19 Beri Pacar Kado Mobil

Liga Indonesia

Eks Kapten Timnas U-19, Nurhidayat, beri pacar kado mobil mini cooper.

06 Jul 2020 18:31 WIB

Suami Istri Tipu Bank NTT, Ditangkap di Villa Puncak Trawas

Kriminalitas

Pelaku asal NTT ambil kredit di Bank NTT Cabang Surabaya.

01 Jul 2020 11:05 WIB

13 Aturan untuk Haji dan Umroh Tahun ini

Internasional

Kerajaan Arab Saudi akan buka ibadah Haji dan Umroh

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...