Digembok, dan dijaga polisi bersenjata. foto: widikamidi

Kantor Wali Kota Blitar Digembok dan Dijaga Polisi Bersenjata

09 Jun 2018 15:55

Lihat versi non-AMP di Ngopibareng.id

Wali Kota Blitar, Samanhudi Anwar, dini hari tadi, Sabtu 9 Juni 2018, memang sudah menyerahkan diri ke Gedung KPK Jakarta. Itu menepis anggapan sebelumnya bahwa dirinya buron dan mencoba menghindar dari penangkapan OTT KPK. Meski sudah menyerahkan diri ke KPK, tidak lantas Kantor Wali Kota-nya di Jalan Merdeka, Blitar, bisa dimasuki sembarang orang. Termasuk wartawan, meski hanya sekadar memotret ruang mana saja yang disegel untuk kebutuhan jurnalistik. 

Kantor Wali Kota Blitar yang beberapa sudutnya beraksen warna merah itu juga ditutup rapat gerbangnya. Bukan karena hari ini adalah hari Sabtu, dan tidak ada lagi aktivitas ngantor para pegawai di Kantor Wali Kota.

Sudah pagarnya rapat, digembok pula. Seperti terlihat, seseorang yang menggunakan motor plat merah, jelas orang pemerintahan, dan mungkin bekerja di Kantor Wali Kota itu tidak diizinkan masuk. Bukan karena dia hanya mengenakan kaos dan seragam. tetapi lebih karena sesuatu keperluan yang dianggap tidak urgen oleh petugas. 

Ngopibareng.id mecoba mendekat dan bertanya. Mengapa tidak boleh masuk, dan ada keperluan apa ingin memasuki Kantor Wali Kota. Seketika seseorang berkaos merah itu menggeleng, tutup mulut, dan segera mencongklang motor plat merahnya. Kabur.

Seperti diberitakan sebelumnya Wali Kota Blitar Muhamad Samhudi Anwar, juga Bupati Tulungagung digrebeg KPK. Kantor dan rumah dinasnya disegel. Berikut barang bukti berupa uang tunai dalam kardus senilai lebih dari 2 miliar rupiah. (*)

Tak ada aktivitas selain Sapol PP dan Polisi Bersenjata. foto:widikamidi