Anak-anak di Kampung Panawijen, Blimbing, Kota Malang saat memainkan permainan tradisional (Foto: istimewa)
Anak-anak di Kampung Panawijen, Blimbing, Kota Malang saat memainkan permainan tradisional (Foto: istimewa)

Isi Libur Panjang, Kampung di Malang Ajak Anak Dulinan Egrang

Ngopibareng.id Seni dan Budaya 29 October 2020 20:30 WIB

Kampung tematik yang terletak di Kelurahan Polowijen, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, mengajak anak-anak untuk mengenal kembali permainan tradisional di momen liburan panjang yang berlangsung hingga 1 November 2020, kedepan.

Mengenalkan anak-anak terkait permainan tradisional merupakan bagian dari even Kampung Dolanan Panawijen. “Dolanan atau permainan tradisional merupakan salah satu objek pemajuan kebudayaan yang harus di lestarikan," tutur Ketua Forkom Pokdarwis Kampung Tematik Kota Malang, Isa Wahyudi pada Kamis 29 Oktober 2020.

Isa mengungkapkan, permainan tradisional memiliki nilai-nilai luhur. Sehingga ketika anak-anak dikenalkan permainan tersebut, mereka dapat menyerap nilai-nilai moral yang terkandung.

“Dolanan atau permainan tradisional, lebih mudah dijadikan media menanamkan nilai nilai, etika, sopan santun, menghargai orang lain, tepo sliro, andap asor dan budi pekerti termasuk sportifitas," terangnya.

Ditambahkan oleh salah satu inisiator Kampung Dolanan Panawijen, Fauzan Roziqin menyatakan banyak anak-anak di kampungnya yang belum mengetahui permainan tradisional.

"Tujuan kami membuat Kampung Dolanan Panawijen tak lain untuk mengenalkan satu persatu permainan tradisional. Seperti semprengan (lompat tali), egrang batok, bakiak, lempar kaleng, dan banyak lagi. Melalui festival perdana di sini, kami ingin mengenalkan permainan tradisional," ujarnya.

Fauzan menjelaskan pada event Kampung Dolanan Panawijen ini juga menyediakan berbagai macam jajanan tradisional, seperti ketan, cenil, gipang dan blendhung.

"Nanti malam di sini ada pertunjukan musik juga. Tapi kami basic-nya di sini untuk kenalkan jajanan, pawonan, dan dolanan ke anak-anak generasi sekarang. Sehingga pertunjukan musik hanya pemanis," tuturnya.

Penulis : Lalu Theo Ariawan Hidayat Kabul

Editor : Dyah Ayu Pitaloka

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

06 Dec 2020 08:13 WIB

Jadi Tersangka Dana Bansos Covid-19, Ini Kekayaan Mensos

Korupsi

Kekayaan Mensos Juliari sesuai LHKPN tercatat sebanyak Rp47,18 miliar.

06 Dec 2020 07:52 WIB

Mensos Diduga Terima Suap Rp17 Miliar dari Paket Sembako Bansos

Korupsi

Mensos tersangkut dugaan suap bantuan sosial ( bansos.

06 Dec 2020 07:45 WIB

Dipaksa Makan Daging Babi, Ini Testimoni Muslim Uighur

Internasional

Pengakuan mantan penghuni kamp di Xinjiang, Sayragul Sautbay

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...