Machfud Arifin dalam deklarasi Kampanye Damai KPU Surabaya, Sabtu, 26 September 2020. (Foto: Alief Sambogo/Ngopibareng.id)
Machfud Arifin dalam deklarasi Kampanye Damai KPU Surabaya, Sabtu, 26 September 2020. (Foto: Alief Sambogo/Ngopibareng.id)

Kampanye Damai, Machfud Arifin Ingin Surabaya Naik Kelas

Ngopibareng.id Pilkada 26 September 2020 22:15 WIB

Pasangan calon nomor urut dua, Machfud Arifin-Mujiaman mengatakan akan menghidupkan pasar-pasar tradisional. Karena, banyak pasar di Surabaya yang mati suri.

"Apakah pasar-pasar di Surabaya sudah bagus? Dari 81 tinggal 61. Sekarang tinggal 57 pasar. Yang mati suri 14 - 15 pasar. Dan ini target saya yaitu bagaimana menciptakan lapangan kerja 100 ribu per tahun. Kecil buat saya," kata Machfud Arifin (MA) dalam sambutan kampanye damai di Hotel Singgasana, Sabtu, 26 September 2020.

Ditambahkan Machfud, dalam menciptakan lapangan kerja baru, pasar-pasar yang mati suri akan dihidupkan kembali. Selain itu, UMKM-UMKM juga akan dibina.

"Pasar Turi itu bisa menampung 10 ribu pedagang. Kalau misalnya dalam satu toko memiliki 2 karyawan, minimal sudah ada 20 ribu. Pasar-pasar tradisional kita hidupkan, lalu kemudian UMKM kita bina, 100 ribu lapangan kerja buat saya tidak ada apa-apanya," katanya.

MA berharap masyarakat Surabaya bisa naik kelas, tidak sekedar monoton begini-begini saja. Karena, lanjut MA, sebagai kota Metropolitan masih ada masyarakat Surabaya yang tidur dan masak di TPU. Selain itu, kata Machfud, masih ada masyarakat Surabaya yang buang air besar di sungai-sungai.

"Saya ingin berdoa mudah-mudahan warga Surabaya naik kelas. To the next Level Surabaya. Tidak begini-begini saja," katanya.

Dalam deklarasi damai tersebut, MA mengklarisikasi bahwa kehadirannya bukan untuk kampanye. Ia hadir dalam rangka menghadiri undangan KPU Surabaya untuk deklarasi kampanye damai.

"Kami di sini bukan untuk kampanye, kami hanya ingin berdoa mudah-mudahan mulai hari ini jangan sampai ada lagi warga Surabaya yang tidur di makam, jangan ada warga Surabaya yang mandi dan buang hajat di sungai. Saya datang karena kepedulian saya terkait jadwal KPU," ujar Machfud.

Bahkan Machfud menyebut Surabaya belum bisa disebut Kota Metropolitan. Karena masih ada masyarakat yang masih belum dipenuhi harkat hidupnya.

Penulis : Alief Sambogo

Editor : Witanto

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

22 Oct 2020 15:36 WIB

Tak Hanya Amankan Demo, Polisi di Surabaya Juga Bagikan Masker

Rek, Ojok Angel Tuturane

Agar tak terjadi cluster baru di Kota Surabaya

22 Oct 2020 15:09 WIB

Mempersiapkan Anak Sekolah di Tengah Pandemi, Ini Tipsnya

Pendidikan

Meski belum jelas kapan akan dimulai, ada baiknya mulai dipersiapkan.

22 Oct 2020 14:40 WIB

Serunya Gowes Bareng Sekeluarga di Saat Pendemi (2-habis)

Gowes Bareng

Gowes bareng ternyata bisa mempererat hubungan keluarga.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...