Kalah Sidang MK, Buku Strategi Menang Sengketa Masih Dijual

28 Jun 2019 16:35 Nasional

Denny Indrayana menjadi satu dari 9 tim hukum pemohon, yakni kubu paslon 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK).

Semalam, sembilan hakim pengadilam dari MK telah menolak seluruh gugatan pemohon. Kekalahan ini pun masih menjadi perbincangan publik.

Buku karangan Denny Indrayana berjudul Strategi Memenangkan Sengketa Pemilu di Mahkamah Konstitusi, yang diterbitkan pada Februari 2019 lalu pun viral di media sosial.

Buku tersebut beredar luas di sebuah toko buku ternama setelah Denny Indrayana secara resmi menggelar peluncuran bukunya di Universitas Paramadina, Jakarta Selatan, pada 1 Februari 2019.

Kemunculan buku itu memang berdekatan dengan kontestasi Pemilihan Umum Presiden dan Legislatif pada April lalu.

Buku Strategi Memenangkan Sengketa Pemilu di Mahkamah Konstitusi karya Denny Indrayana
Buku Strategi Memenangkan Sengketa Pemilu di Mahkamah Konstitusi karya Denny Indrayana.

Denny Indrayana memang pakar hukum Tata Negara dari UGM Yogyakarta. Dia pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Hukum dan HAM dan staf khusus era pemerintahan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Selain Denny Indrayana dan Bambang Widjoyanto (BW), Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno juga menggunakan jasa pengacara lain, yakni Ahli hukum Tata Negara Irman Putra Sidin, Mahendradatta, Rikrik Rizkiyana dan 6 anggota tim pengacara. (yas)