Ahmad Cristover Kainama berziarah ke makam KH Abdurrahman Wahid di komplek Tebu Ireng, Jombang. (foto:anggie sp/ngopibareng.id)
Ahmad Cristover Kainama berziarah ke makam KH Abdurrahman Wahid di komplek Tebu Ireng, Jombang. (foto:anggie sp/ngopibareng.id)

Kainama Menangis di Makam Gus Dur, Setelah Itu Diwejang Gus Solah

Ngopibareng.id Feature 29 March 2018 15:06 WIB

Ahmad Cristover Kainama, tidak  dapat menahan air mata ketika bersimpuh dan berdoa di makam KH Abdurrahman Wahid ( Gus Dur ), presiden ke 4 RI.

Mata pendeta yang masuk Islam  sejak Agustus 2009 berkaca-kaca  dan beberapa kali menyeka air mata  dengan telapak tangan.

Enggan  bercerita apa  yang membuat nyong Ambon berkulit gelap itu menangis, saat berzirah di makam Gus Dur di  komplek Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombang Jawa Timur awal pekan ini. 

Waktu ke luar dari Makam Gus Dur, yang semerbak harum  oroma  bunga mawar segar di atas pusara, Kainama masih beberapa kali menghapus air mata yang tersisa. Beberapa  Santri Tebu Ireng, yang bertugas sebagai juru kunci makam Gus Dur, ingin mengajaknya salaman.

"Maaf, terima kasih saya diperbolehkan masuk ke makam.Gus Dur," ujar Kai sambil menyalami beberapa santri.

"Laki laki Ambon itu  pantang meneteskan air mata,  apa lagi sampai menangis. Saya pun begitu,  tidak pernah menteskan air mata  menghadapi ujian   hidup seberat apaun," tutur Kainama lirih kepada ibu  Erma Rahmawati, Kepala Madrasah Aliayah Negeri ( MAN)  I  Jombang, yang mendampingi waktu ziarah.

Bisa berziarah dan  masuk di makam Gus Dur bagi Kainama merupakan peristiwa bersejarah. Di  Ponpes Tebu Ireng  bisa  berdoa untuk arwah  ulama besar KH Hasyim Asy'ari, pendiri NU, kakek Gus Dur serta Wahid Hasyim, ayah Gus Dur, Mentri Agama RI yang pertama.

Kainama bercerita pernah bertemu sekali dengan Gus Dur, di kediaman Romo Mangun, budayawan di Yogyakarta. "Waktu itu saya masih calon pendeta, dan Gus Dur masih menjabat Ketua Umum PBNU,"  kenang Kai.

Dalam pertemuan  itu, Kainama memberanikan diri mengajukan sebuah pertanyaan kepada Gus Dur; " Pak Dur,  orang Islam apa boleh  berteman dengan orang Kristen?".  Jawab Gusdur : "Berteman dengan sesama manusia tidak ada larangannya. Yang tidak boleh berteman dan bersekongkol dengan syetan,". Walupun jawaban itu disampaikan dengan santai, tapi Kai menganggap jawaban itu serius dan maknanya sangat dalam,  sehingga tidak berani bertanya lagi.

Gus Dur, sosok pemimpin berjiwa besar  yang sederhana. Keberpihakannya kepada orang orang yang teraniaya cukup besar, tidak merasa punya musuh meskipun, dimusuhi. "Gus Dur adalah adalah sosok berjiwa toleran  sejati," puji Kainama.

 
 
Ahmad Cristover Kainama diterima KH Solahuddin Wahid atau Gus Solah di Pondok Pesantren  Tebu Ireng Jombang fotoanggie spngopibarengidAhmad Cristover Kainama diterima KH Solahuddin Wahid atau Gus Solah di Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang. (foto:anggie sp/ngopibareng.id)

Belum selesai bercerita tentang sosok Gus Dur di serambi masjid pondok, seorang petugas keamanan pondok mempersilakan  Kaiman masuk ke ruang tamu. Ternyata Gus Solahuddin Wahid, pimpinan Pondok Pesantren Tebu Ireng sudah menunggu.

Dalam pertemuan dengan Gus Solah,  Kainama diwejang, agar berdakwah dengan tutur kata yang satun. Jangan menyerang dan merendahkan orang lain, supaya populer. Ada orang yang keluar dari Islam, masuk masuk agama lain, kemudian menyerang Islam dengan membabi buta.

"Orang semacam itu hanya dimanfaatkan, dan banyak musuhnya.  jangan diikuti," pesan adik Gus Dur tersebut.

Diakhir pertemuan Gus Solah  mendokan Ahmad Christoper Kainam,  tetap istiqomah  dalam menjaga akidah. ( anggie sp ).

Penulis : M. Anis

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

08 Aug 2020 23:15 WIB

Pengurus Tebuireng Tegaskan Makam Gus Dur Belum Dibuka

Jawa Timur

Makam Gus Dur belum dibuka untuk kunjungan wisata.

04 Jul 2020 05:37 WIB

Resep Masirnya Telur Asin Sarjana Jombang

Feature

Telur asin ber-omega tiga asal Jombang.

09 Jun 2020 17:10 WIB

Ditutup, Kawasan Parkir Makam Gus Dur Jadi Tempat Photoshoot

Jawa Timur

kawasan parkir makam Gus Dur

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...