Kader GP Ansor Cabut Pengaduan terhadap Tirto.id

19 Mar 2019 12:40 Jawa Timur

Kader Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Abdul Rasyid mencabut pengaduan terhadap Tirto.id atas dugaan pelanggaran Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Ia memaafkan Tirto.id yang dianggap telah menghina Ma'ruf Amin lewat meme yang diunggah di Twitter.

"Saya telah memaafkan Tirto.id karena anjuran para kyai, jika pelaku telah meminta maaf, maka saya berkewajiban juga untuk memaafkan, saya akan mencabut pengaduan Subdit V Cyber Crime Dirreskrimsus Polda Jatim," kata Abdul Rasyid melalui keterangan tertulis yang diterima ngopibareng.id, Selasa 19 Maret 2019.

Ia berharap, hal ini segera ditindaklanjuti Dewan Pers dan kejadian yang melibatkan Tirto.id ini bisa memberi pembelajaran dan pemahaman kepada semua warga dan media agar selalu berhati-hati dalam menggunakan media sosial, agar tidak terjebak pada ujaran kebencian, SARA, hoaks dan fitnah.

"Musuh kita hari ini bukan sekedar urusan Pilpres 2019 yang dijadikan ajang dukung mendukung membabi buta tanpa norma tanpa etika dengan membuat narasi agar calon yang didukung menang dalam kontestasi. Musuh kita yang sebenarnya adalah mereka yang memecah belah Ukhwah Nahdliyah, Ukhwah Islamiyah, Ukhwah Insaniyah, dan Ukhwah Wathoniyah yang lebih jahat dan lebih kejam lagi, mereka dengan sengaja menebar hoax dan fitnah sebagai cara untuk melecehkan para kyai-kyai, para ulama, dan para habaib," ujar Abdul Rasyid.

Hal ini juga diharapkan Abdul Rasyid dapat memberikan efek jera kepada siapapun dan atas nama apapun tentang pelanggaran tindak pidana UU ITE.

Abdul Rasyid sebelumnya melaporkan Tirto.id pada Senin kemarin ke Subdit V Cyber Crime Dirreskrimsus Polda Jatim atas dugaan tindak pidana pelanggaran UU ITE yang dilakukan lewat akun Twitter @TirtoID pada Minggu, bertepatan dengan Debar Cawapres atau Debat Pilpres ketiga.

Ia menyebut, Tirto.id mengunggah tulisan dengan gambar Ma'ruf Amin dengan konten humor atau guyonan yang isinya melanggar norma dan etika. Perbuatan itu dianggap "mencederai" Ma'ruf Amin dan "melukai" Nahdlatul Ulama secara organisasi.

Penulis : Yasmin Fitrida


Bagikan artikel ini