Jembatan Ampera, Palembang.

Kabut Asap Kembali Menyelimuti Palembang

Nasional 14 October 2019 12:23 WIB

Kabut asap sisa kebakaran lahan dna hutan (karhutla) menyelimuti Kota Palembang dan sekitarnya, Senin 14 Oktober 2019.

AirNav Indonesia mengungkapkan beberapa penerbangan di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang ditunda alias delay sejak dari pagi hari.

General Manager Airnav Indonesia Cabang Palembang, Ari Subandri mengatakan bahwa keterlambatan penerbangan dikarenakan kabut asap.

Ari mengaku hingga saat ini pihaknya masih mendata berapa jumlah penerbangan yang harus ditunda keberangkatannya akibat kabut asap.

"Untuk datanya masih kami rekapitulasi," ujar dia, dikutip dari Antara.

Beberapa penerbangan yang mengalami keterlambatan antara lain rute Palembang-Pangkal Pinang, Palembang-Jakarta, Palembang-Lubuk Linggau, Palembang-Jakarta Halim Perdanakusuma, Palembang-Yogyakarta, dan Palembang-Batam.

Dampak karhutla lainnya ialah beberapa sekolah terpaksa diliburkan. Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Palembang, Ahmad Zulinto mengatakan, sekolah diminta untuk meliburkan siswa karena kabut asap. Hal ini tertuang pada surat edaran mulai dari TK sampai SMP.

"Untuk hari ini seluruh sekolah mulai dari TK sampai SMP, baik negeri atau swasta sederajat semua diliburkan," kata Zulinto kepada wartawan.

Surat edaran itu, disebut Zulinto berlaku untuk hari ini. Sementara untuk hari-hari selanjutnya akan diinformasikan sesuai kondisi kabut asap terkini.

Sementara itu, BMKG menyebut jika ini kabut asap terekstrem di tahun 2019. Menurut catatan BMKG di Stasiun SMB II Palembang, angin permukaan umumnya dari arah Timur-Tenggara. Kecepatan 5-20 Knot (9-37 Km/Jam) mengakibatkan potensi masuknya asap akibat karhutla ke wilayah Palembang dan sekitarnya.

Berdasarkan sumber LAPAN, beberapa titik panas di wilayah sebelah Tenggara Kota Palembang dengan tingkat kepercayaan di atas 80%. Hal ini berkontribusi asap ke wilayah Palembang, yakni pada wilayah Banyuasin, Pampangan, Tulung Selapan, Pedamaran, Pemulutan, Cengal hingga Pematang Panggang dan Mesuji.

Titik panas terbanyak pada wilayah Ogan Komering Ilir 139 titik panas dan Banyuasin 67 titik panas.

Penulis : Yasmin Fitrida

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

06 Feb 2020 13:11 WIB

Rotasi Pejabat Dikhawatirkan Pengaruhi Penanganan Karhutla

Nasional

Presiden Jokowi beri arahan pejabat baru soal penanganan karhutla

11 Jan 2020 17:05 WIB

1.000 Hektar Bekas Karhutla Berpotensi Timbulkan Banjir Bandang

Bencana

Karena sisa materi kebakaran hutan bisa menyumbat aliran sungai

19 Nov 2019 10:12 WIB

BPBD Jatim Target 2.742 Desa Tangguh Bencana

Bencana

Periode Oktober, bencana Karhutla dan angin kencang menyerang Jawa Timur.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...