Kabut asap menyelimuti daerah Riau. (Foto: Dok/Antara)

Kabut Asap Kebakaran Hutan Tutup Tiga Kota di Riau

Nusantara 02 August 2019 11:10 WIB

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru menyatakan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan saat ini menyelimuti Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Dumai, dan Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.

Selimut kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) telah menurunkan kualitas udara dan memperpendek jarak pandang di ketiga daerah itu.

"Kota Pekanbaru jarak pandang pagi ini pukul 09.00 WIB terpantau empat kilometer. Di Pelalawan jarak pandang juga empat kilometer. Ini karena masih ada asap," kata Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru Sukisno, Jumat 2 Agustus 2019.

Sementara jarak pandang di Kota Dumai masih dalam kisaran lima kilometer menurut BMKG Stasiun Pekanbaru.

Kebakaran hutan dan lahan masih melanda sebagian wilayah Riau. Sukisno mengatakan curah hujan yang sangat rendah membuat Riau sangat rawan mengalami kebakaran hutan dan lahan.

"Secara umum Riau dalam kondisi kering, sampai hari ini 22 hari hari tanpa hujan," katanya.

Pantauan satelit pada pukul 06.00 WIB menunjukkan adanya 54 titik panas indikasi awal karhutla di wilayah Provinsi Riau. Titik panas paling banyak ada di wilayah Kabupaten Pelalawan, yang punya 23 titik panas. Titik panas lainnya ada di Bengkalis (dua), Kuansing (satu), Kota Dumai (dua), Kabupaten Kepulauan Meranti (satu), Rokan Hilir (sembilan), Siak (empat), Indragiri Hilir (tujuh), dan Indragiri Hulu (lima).

Dari seluruh titik panas yang ada di Riau, 32 di antaranya merupakan titik api. Pelalawan merupakan daerah yang memiliki titik api paling banyak (15) disusul Kabupaten Bengkalis (satu), Rokan Hilir (tujuh), Indragiri Hilir (empat), Kepulauan Meranti (satu), Siak (satu), Indragiri Hilir (empat), dan Indragiri Hulu (tiga).

"Arah angin dari selatan dan di ekuator dibelokkan ke kanan. Itu yang bisa mengakibatkan saat terjadi asap, semoga ini tidak terjadi, itu bisa membawa asap sampai ke Malaysia dan Singapura," kata Sukisno.

Penulis : Antara

Editor : Rohman Taufik

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

28 Jul 2020 14:48 WIB

Gubernur Kepri Itu Unik, Kenapa?

Nusantara

Dalam satu periode ada tiga orang yang secara bergantian menjadi gubernur.

23 Jun 2020 18:03 WIB

Asap Kebakaran Hutan Menambah Resiko Kematian Covid-19

Nasional

Penyebabnya, infeksi saluran pernafasan bisa menjadi penyakit penyerta.

23 Jun 2020 17:56 WIB

Jokowi Perintahkan Pencegahan Karhutla Manfaatkan Teknologi

Nasional

Teknologi sangat penting untuk memantau hot spot dan update.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...