Wakil Presiden (Wapres) ke-10 dan 12 Indonesia, Jusuf Kalla (JK) pose bersama Menteri Perindustrian dan Perdagangan Afghanistan Nisar Ahmad Ghoryani dan jajarannya di Istana Presiden Afghanistan Char Chinar Palace di Kabul, Kamis 24 Desember 2020 pagi waktu setempat. (Foto: Dok. Tim Media JK)
Wakil Presiden (Wapres) ke-10 dan 12 Indonesia, Jusuf Kalla (JK) pose bersama Menteri Perindustrian dan Perdagangan Afghanistan Nisar Ahmad Ghoryani dan jajarannya di Istana Presiden Afghanistan Char Chinar Palace di Kabul, Kamis 24 Desember 2020 pagi waktu setempat. (Foto: Dok. Tim Media JK)

Jusuf Kalla Ajak Afghanistan Kerja Sama Dagang dengan Indonesia

Ngopibareng.id Nasional 25 December 2020 07:48 WIB

Wakil Presiden ke-10 dan 12 Indonesia, Jusuf Kalla (JK) mengajak pemerintah Afghanistan menguatkan kerja sama perdagangan dengan Indonesia. JK juga menawarkan agar pemerintah Afghanistan bisa bekerja sama dengan pengusaha di Indonesia untuk mengembangkan infrastruktur energi.

“Kita bisa saling bekerja sama di bidang perdagangan dan juga pengembangan energi seperti hydro power dan renewable energy,” kata JK yang juga Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI), saat bertemu dengan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Afghanistan Nisar Ahmad Ghoryani di Istana Presiden Afghanistan Char Chinar Palace di Kabul, Kamis 24 Desember 2020 pagi waktu setempat.

JK menyebutkan, berbagai rencana kerja sama tersebut bisa ditindaklanjuti dengan membuat memorandum of understanding (MoU) antara Duta Besar kedua negara. JK pun berjanji akan mempertemukan Dubes Afghanistan untuk Indonesia dengan Menteri Perdagangan M Lutfi dalam waktu dekat.

“Kebetulan Menteri Perdagangan Indonesia yang baru saya kenal cukup dekat,” ujarnya meyakinkan Pemerintah Afghanistan.

Pertemuan Wakil Presiden Wapres ke10 dan 12 Indonesia Jusuf Kalla JK dengan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Afghanistan Foto Dok Tim Media JKPertemuan Wakil Presiden (Wapres) ke-10 dan 12 Indonesia, Jusuf Kalla (JK) dengan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Afghanistan. (Foto: Dok. Tim Media JK)

JK menambahkan, pihaknya juga mengajak pemerintah Afghanistan mengirimkan pelajarnya ke Indonesia untuk belajar mengenai energi dan ekonomi syariah. “Jadi di samping belajar mengenai Islam moderat, kita juga melakukan kerja sama di bidang pendidikan umum,” jelasnya.

Namun demikian, tambahnya, berbagai rencana kerja sama tersebut bisa semakin mudah apabila proses perdamaian di Afghanistan bisa terwujud. “Karena itu kita berharap konflik kekerasan di Afghanistan bisa sesegera mungkin diakhiri,” pungkasnya.

Sementara itu, Menteri Nisar menyebutkan, negaranya memiliki potensi bisnis yang bisa digarap oleh investor dari Indonesia. Salah satunya yaitu mengembangkan industri energi yang saat ini masih terbatas jumlahnya di Afghanistan. “Karena itu kita berharap kerja sama antar kedua negara bisa diimplementasikan,” ujarnya.

Senada dengan JK, Nisar mengakui berbagai rencana kerja sama di bidang perdagangan dan investasi tersebut tidak bisa direalisasikan apabila perdamaian di Afghanistan belum tercipta

Penulis : Yasmin Fitrida

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

28 Feb 2021 19:05 WIB

Indonesia Tambah 5.560 Kasus Covid, Dua Ribu Kasus dari Jakarta

Reportase

Jumlah orang yang dite Covid-19 menurun tajam.

28 Feb 2021 18:50 WIB

Diduga Ngantuk, Mitsubishi Estrada Tabrak 3 Motor di Kediri

Jawa Timur

Laka lantas ini mengakibatkan 2 pengendara sepeda motor meninggal..

28 Feb 2021 18:35 WIB

Sinopsis The Dinosaur Project: Para Peneliti Berburu Dinosaurus

Film

Film The Dinosaur Project akan tayang di program Bioskop Trans TV.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...