Jubir KPK, Febri Diansyah

JPU KPK Jadwalkan Pemanggilan Ulang Khofifah dan Lukman

Korupsi 19 June 2019 22:10 WIB

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemanggilan Menteri Agama, Lukman Saifuddin, dan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Parawansa kembali untuk hadir sebagai saksi dalam persidangan lanjutan kasus suap jual beli jabatan pada Rabu, 26 Juni 2019.

Keduanya akan dihadirkan sebagai saksi untuk dua terdakwa Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur, Haris Hasanuddin, dan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik, Muhammad Wirahadi.

"Jadi, saya dapat informasi juga dari jaksa penuntut umum, hari ini sebenarnya direncanakan pemeriksaan di persidangan untuk menteri agama dan gubernur Jawa Timur. Namun, mereka mengirimkan surat tidak bisa dilakukan pemeriksaan hari ini sehingga akan dijadwalkan ulang nanti pada 26 Juni 2019," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, di Gedung KPK, Jakarta, Rabu, 19 Juni 2019.

Oleh karena itu, lanjut Febri, diharapkan keduanya dapat hadir di persidangan pada pekan depan dan memberikan keterangan sebenar-benarnya.

"Kami harap tidak ada penjadwalan ulang berikutnya. Jadi, pada 26 Juni tersebut atau pada minggu depan saksi bisa hadir dan memberikan keterangan secara sebenar-benarnya dengan data yang sebenarnya di depan Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi," ucap Diansyah.

Hasanudin didakwa menyuap mantan Ketua Umum PPP yang juga anggota DPR 2014-2019 Romahurmizy alias Rommy dan Saifuddin senilai Rp325 juta. Sedangkan Wirahadi didakwa menyuap Rommy sebesar Rp91,4 juta. (ant/wit)

Penulis : Witanto

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

12 Jul 2020 08:53 WIB

Kemarin, Pendaftaran Salat Kurban di Al-Akbar dan Bansos Digugat

Surabaya

Beragam peristiwa di Ngopibareng.id, kemarin.

11 Jul 2020 14:25 WIB

Tingkat Kesembuhan RS Lapangan Capai 100 Persen

Jawa Timur

Dampak percepatan pelayanan perawatan.

11 Jul 2020 03:34 WIB

Persentase Kematian Pasien Covid-19 di Jatim Melebih Luar Negeri

Jawa Timur

Di luar negeri sekitar 3 persen, sementara di Jatim capai 15 persen.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...