Jokowi Tinjau Karhutla Riau, Wali Kota Pekanbaru Pergi ke Kanada

17 Sep 2019 05:30 Nasional

Presiden Joko Widodo (Jokowi) langsung menggelar rapat terbatas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) langsung di Pekanbaru, Riau, Senin 16 September 2019 malam.

Jokowi kembali mengingatkan, pencegahan karhutla seharusnya mutlak untuk dilaksanakan sesuai arahan ratas pada 15 Juli 2019.

"Pencegahan karhutla itu adalah mutlak harus dilakukan. Karena kalau yang terjadi sudah kejadian kebakaran apalagi di lahan gambut, pengalaman bertahun-tahun kita sudah mengalaminya, sangat sulit menyelesaikan," ujar Jokowi.

Kepala Negara kesal tak ditertibkannya perangkat Satgas Karhutla. Padahal status siaga karhutla sudah dilaksanakan pada 19 Februari 2019. Padahal, kata Jokowi, pemerintah memiliki perangkat mulai gubernur sampai ke tingkat bupati dan wali kota di Provinsi Riau.

Saat kepungan kabut asap makin tebal di Riau, warga justru ditinggalkan kepala daerahnya. Jika sebelumnya Gubernur Riau Syamsuar memilih dinas ke luar negeri yakni ke Thailand. Kini giliran Wali Kota Pekanbaru Dr Firdaus ST yang memilih ke Kanada.

Firdaus tidak ada pada saat warga Pekanbaru membutuhkannya saat bencana kabut asap akibat kebakaran lahan dan hutan melanda wilayah itu.

Sebelumnya, wali kota dua periode ini juga tak hadir ketika Pekanbaru merayakan puncak ulang tahun.

Kepergian Firdaus ke Kanada ini dibenarkan Kabag Humas Pemko Pekanbaru Masirba Sulaiman. Dia menyebut kepergian orang nomor satu di Kota Madani Bertuah ini sebagai delegasi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada ASEAN Waste Mission to Canada.

Masirba Sulaiman menyebut Firdaus berangkat pada Minggu pagi, 15 September 2019, setelah mendapat persetujuan dari Sekretariat Negara dan diketahui presiden.

Kepergian ini juga atas ajakan Menteri ESDM, di mana Firdaus disebut akan memaparkan sebuah makalah tentang pengelolaan sampah menjadi energi di forum itu.

"Makanya tidak bisa diwakilkan karena ini forum ASEAN. Yang diundang juga wali kota," kata Masirba Sulaiman.

Menurutnya, Firdaus pergi setelah memantau cuaca di Pekanbaru. Usai melaksanakan salat Istisqa, hujan sempat turun di berbagai wilayah di Riau.

Hujan bersifat ringan dan tidak merata itu sempat membuat cuaca membaik. Atas dasar ini, Firdaus memutuskan berangkat ke Kanada menghadiri pertemuan yang berlangsung sampai 20 September itu.

"Kalau tidak terjadi perubahan kualitas udara saat itu, mungkin bapak tidak akan pergi," jelas Masirba Sulaiman.

Namun, perubahan kualitas udara yang dimaksud Masirba Sulaiman itu berlangsung sebentar saja. Beberapa jam kemudian, kabut asap yang menyelimuti Pekanbaru makin tebal dan membuat udara tidak sehat lagi.