Jokowi: Tak Ada Opisisi Membawa Dendam dan Benci

14 Jul 2019 22:22 Politik

Presiden terpilih Joko Widodo mengatakan, dalam demokrasi, mendukung calon presiden dengan mati-matian itu dibolehkan. Begitu juga dengan kehadiran oposisi. Siapa pun boleh menjadi oposisi, sebab, menurut Jokowi, hal itu baik untuk demokrasi.

"Menjadi oposisi juga sangat mulia, silakan ingin jadi oposisi," kata Jokowi.

Pidato Jokowi ini disampaikan dalam acara Visi Indonesia yang berlangsung di Sentul International Convention Center, Bogor pada Minggu 14 Juli 2019.

Sebelum pidato dibacakan, terlihat Jokowi naik ke atas panggung bersama istrinya, Iriana Widodo. Kiai Ma'ruf Amin pun naik ke atas panggung didampingi istrinya, Wury Estu Handayani.

Jokowi tampil dengan kemeja putih yang menjadi ciri khasnya. Sedangkan Ma'ruf mengenakan kemeja dengan sarung.

"Asal jangan oposisi yang menimbulkan dendam, asal jangan oposisi yang menimbulkan kebencian, apalagi disertai hinaan, cacian, makian-makian".

Jokowi menilai hal itu tidak dapat dilakukan karena bangsa Indonesia memiliki norma agama, etika, dan tata krama. Bangsa Indonesia juga memiliki tata budaya yang luhur.

"Kita harus ingat ini. Pancasila adalah rumah kita bersama. Bersama kita sebagai saudara sebangsa setanah air," ucapnya.

Pantauan ngopibareng.id, Jokowi tiba di panggung utama didampingi Wakil Presiden RI Terpilih KH Ma'ruf Amin pada pukul 20.05. Baik Jokowi maupun Ma’ruf didampingi istri masing-masing.

Di panggung utama ada deretan tempat duduk untuk tokoh-tokoh penting. Di antaranya adalah para ketua umum partai politik.

Adapun di depan panggung ada ribuan pendukung Jokowi - Ma’ruf. Hanya saja, kursi di barisang belakang tam sepenuhnya terisi.

Selain itu, di sisi kiri dan kanan panggung juga tampak banyak kursi kosong. Barisan kedua dari sisi kanan maupun kiri panggung pun terlihat hanya setengah bagian yang terisi.

Hal itu berbeda dibandingkan saat acara Konvensi Rakyat pada 24 Februari 2019 di lokasi yang sama. Saat itu Jokowi juga hadir dan berpidato.

Seluruh kursi SICC saat Konvensi Rakyat terisi. Kala itu setiap lorong dan pintu masuk arena juga dipadati pendukung Jokowi - Ma’ruf.

Meski demikian sorak-sorai dan yel yang meneriakkan nama Jokowi terus menggema. Presiden Ketujuh RI itu baru memulai pidatonya setelah yel-yel yang menyebut namanya mereda.

Penulis : Riadi


Bagikan artikel ini