Presiden Jokowi saat berada di Unipa, Surabaya, Kamis 6 September 2018. (foto: farid/ngopibareng.id)
Presiden Jokowi saat berada di Unipa, Surabaya, Kamis 6 September 2018. (foto: farid/ngopibareng.id)

Jokowi Sebut Isu Penghentian Tunjangan Profesi Guru adalah Hoax

Ngopibareng.id Pemerintahan 06 September 2018 14:28 WIB

Kabar di media sosial yang menyebut akan dihentikannya Tunjangan Profesi Guru (TPG), membuat Presiden RI Joko Widodo geram. Setelah mendengar kabar itu, Jokowi pun menyebut jika informasi soal itu adalah hoax. Hal itu disampaikan Presiden Jokowi di hadapan ribuan guru dan mahasiswa di Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Adi Buana, Surabaya, Kamis, 6 September 2018.

"Saya mau menegaskan kabar itu bohong dan hoax," kata Presiden Jokowi.

Menurutnya kabar akan dicabutnya TPG itu, dihembuskan oleh pihak-pihak yang tak bertanggung jawab. Presiden menduga jika penyebaran kabar hoax ini berkaitan memasuki tahun-tahun politik seperti sekarang. Bahkan untuk meyakinkan para guru, Presiden Joko Widodo pun mengklaim akan berdiri paling depan untuk membela kepentingan para guru. 

"Saya siap berdiri di depan ‎untuk membela kepentingan guru-guru agar dapat melaksanakan tugas mulianya," kata Jokowi.

Jokowi mengatakan, kabar ini sebelumnya sebenarnya juga sudah dibantah oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indarwati beberapa waktu lalu.

"Meski pun sudah dibantah oleh Menteri Keuangan, saya ingin menegaskan sekali lagi bahwa, tunjangan untuk guru tetap diberikan dan tidak dihentikan" kata dia.

Sementara itu, Ketua Umum PGRI Unifah Rosyidi yang juga hadir di Unipa mengatakan, dirinya sangat senang dan mengapresiasi pernyataan oleh Presiden Jokowi itu.

"Ini sekaligus menjawab segala keraguan, soal isu yang beredar melalui media sosial. Meskipun PGRI telah meyakini itu hoax, tetapi dengan mendengar langsung jawaban Bapak Presiden di hadapan kami itu betul-betul menyejukan hati para guru," kata dia. (frd/amr) 

Penulis : Farid Rahman

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

19 Jan 2021 19:40 WIB

Imunisasi, 203 Nakes di Surabaya Gagal Divaksin Covid-19

Surabaya

Mereka bisa divaksin kembali setelah kondisinya membaik.

19 Jan 2021 17:30 WIB

Satpol PP Surabaya: Satpol PP Jatim Tak Koordinasi Penutupan RHU

Surabaya

Polemik Satpol PP Jatim dan Satpol PP Surabaya akibat penutupan Holywings.

19 Jan 2021 14:45 WIB

Keluarga Jadi Kluster Tertinggi Penyebaran Covid-19 di Surabaya

Surabaya

Kasus klaster keluarga mencapai 28 Persen

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...