Presiden Jokowi saat melepas kontingen Pramuka Indonesia yang akan mengikuti Jambore Kepanduan Dunia di AS. (Foto: Biro Pers Setpres)

Jokowi: Kasus Novel Bukan Perkara Mudah

Nasional 19 July 2019 22:56 WIB

Presiden Joko Widodo telah menerima rekomendasi Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Polri terkait investigasi atas kasus tindak kekerasan terhadap penyidik KPK Novel Baswedan.

Investigasi tersebut selanjutnya akan ditindaklanjuti melalui tim teknis untuk upaya lebih lanjut.

"Tim pencari fakta sudah menyampaikan hasilnya dan hasil itu mesti ditindaklanjuti lagi oleh tim teknis untuk lebih menyasar kepada dugaan-dugaan yang ada," ujar Presiden di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat, 19 Juli 2019.

Kepala Negara menyebut, kasus yang menimpa Novel Baswedan dan ditangani Polri ini merupakan suatu kasus yang tidak mudah dalam proses pengungkapannya.

"Ini kasusnya itu bukan kasus mudah. Kalau kasus mudah, sehari-dua hari ketemu," ucapnya.

Mengenai tim teknis lanjutan tersebut, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Tito Karnavian memohon waktu selama enam bulan ke depan bagi tim tersebut menjalankan tugasnya. Namun, Kepala Negara dengan tegas memberikan waktu selama tiga bulan bagi tim tersebut.

"Kalau Kapolri kemarin menyampaikan akan meminta waktu enam bulan, saya sampaikan tiga bulan tim teknis ini harus bisa menyelesaikan apa yang kemarin disampaikan," katanya.

Setelah waktu yang ditentukan tersebut, Presiden akan menentukan langkah selanjutnya. "Saya beri waktu tiga bulan, nanti akan saya lihat hasilnya seperti apa," kata Presiden.

Sebelumnya Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus Novel Baswedan mengungkapkan hasil investigasi tim yang telah berjalan selama 6 bulan.

Laporan investigasi telah diserahkan kepada Kepala Kepolisian RI Jenderal Pol Tito Karnavian pada 9 Juli 2019, dan telah dipublikasikan pada Rabu, 17 Juli 2019.

Dari paparan TGPF, ada sejumlah temuan yang diungkapkan, seperti penggunaan zat kimia hingga adanya dugaan penggunaan kekerasan yang berlebihan oleh Novel sehingga terjadi penyerangan sebagai balas dendam.

Tetapi TGPF belum dapat menemukan sosok yang diduga sebagai pelaku atau yang bertanggung jawab atas penyiraman air raksa di wajah Novel yang terjadi sekitar dua tahun lalu. (asm)

Penulis : Asmanu Sudharso

Editor : Witanto

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

27 Feb 2020 12:58 WIB

Jemaah Umroh Distop, Jokowi Hargai Sikap Arab Saudi

Nasional

Presiden menghargai sikap pemerintah Arab Saudi yang stop jemaah umroh.

26 Feb 2020 12:14 WIB

Jokowi Jawab Isu Reshuffle

Nasional

Isu reshuffle diungkapkan pertama kali oleh relawan Jokowi.

25 Feb 2020 19:00 WIB

Pemerintah Gelontorkan Rp4,56 T Demi Selamatkan Dampak Corona

Nasional

Penyelematan ekonomi Indonesia dari dampak virus corona.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.