Jenguk Korban Teroris di Polda Riau, Kapolri Disambut Istri Polisi yang Bercadar

18 May 2018 15:47 Nasional

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mendapat pengalaman langka saat menyerahkan penghargaan kenaikan pangkat terhadap anggota Polda Riau, Kompol Farid Abdullah (naik pangkat luar biasa jadi AKBP). Farid adalah anggota Bidang Hukum Polda Riau yang menjadi korban penyerangan teroris di Polda Riau.

Farid yang mengalami luka sabetan senjata tajam di punggung dan kepalanya itu masih mendapat pasokan oksigen dari tabung di dekatnya. 

Meski kondisinya kini membaik, namun Farid masih belum bisa berkomunikasi dengan lancar. Tekanan darahnya juga cepat naik jika dikunjungi banyak orang.

Oleh karena itu, istri korban teroris itu yang menerima langsung tanda kenaikan pangkat yang diserahkan Kapolri di RS Bhayangkara Polda Riau, Kamis (17/5/2018).

Yanti ternyata mengenakan cadar. Ia sedang menemani suaminya ketika Kapolri datang menjenguk sekaligus menyerahkan tanda pangkat kehormatan untuk Farid.

 

Penampilan istri AKBP Farid yang bercadar ini yang kemudian menjadi bahan pertanyaan. Apakah memang ia bercadar atau diminta bercadar karena alasan tertentu?

Menurut Kabid Humas Polda Riau Kombes Sunarto, Jumat (18/5), tak ada perintah kepada istri AKBP Farid untuk memakai cadar. Tak ada kebijakan seperti itu, misalkan untuk melindungi identitasnya. Enggak ada itu, enggak ada instruksi seperti itu, tegas Sunarto.

Saat ditanya apakah memang istri Farid memakai cadar, Sunarto mengaku bisa ditanyakan ke yang bersangkutan. Kami belum tahu, perlu kita tanyakan ke yang bersangkutan, ujarnya.

 

Soal cadar ini memang tengah menjadi perbincangan. Cadar selama ini kerap dikaitkan dengan kelompok radikal. Namun, kakak kandung Farid, Feliatri menolak tegas hal itu.

Ia mengatakan istri polisi bercadar menunjukkan satu fakta bahwa teroris tidak mengenal agama. Asumsi selama ini bahwa pelaku teroris adalah umat Islam, lebih khusus lagi pria berjenggot dan wanita bercadar, salah besar.

Ini bisa menjadi gambaran bahwa teroris bahkan bisa menyerang kami. Bukti bahwa teroris tak mengenal agama, ujar Feliatri.

Menurutnya, sang adik ipar sudah mengenakan cadar setahun belakangan setelah aktif belajar agama. “Dia lebih memilih menemani suaminya. Dia minta keluarga yang lain saja untuk melayani permintaan wawancara wartawan,” sambung Feliatri. (*)

Reporter/Penulis : Yasmin Fitrida


Bagikan artikel ini