Kasus Atap Sekolah AmbrukJenguk Korban, Khofifah: Semua Biaya Ditanggung Pemerintah

06 Nov 2019 19:52 Jawa Timur

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta agar para korban selamat SDN Gentong Kota Pasuruan yang ambruk mendapatkan pendampingan trauma healing dan trauma counseling.

"Anak-anak membutuhkan pendampingan secara psychosocial agar mereka kelak tak mengalami trauma saat kembali menjalani kegiatan belajar mengajar di kelas," katanya usai menjenguk siswa SDN 1 Gentong yang menjadi korban ambruknya atap gedung sekolah di RSUD Soedarsono Pasuruan, kemarin malam.

Gubernur mengaku menerima banyak keluhan dari orang tua wali murid bahwa anak-anaknya trauma akibat insiden tersebut. Oleh karenanya, Khofifah ingin anak-anak mendapat pendampingan trauma healing dan trauma counseling dari para psikolog.

"Kita memberikan kewenangan pada Pemerintah Kota Pasuruan untuk melakukan identifikasi kepada anak-anak yang masih trauma, pasca ambruknya SDN Gentong, sekolah mereka," kata Khofifah.

Para siswa yang mengalami trauma harus mendapatkan penanganan yang tepat. Jangan sampai kejadian ini justru akan membuat mereka trauma dan memiliki ketakutan saat kegiatan belajar mengajar di kelas.

Menurutnya, pendampingan oleh para psikolog akan berdampak baik karena mereka bisa menggali informasi yang dibutuhkan dengan cara-cara yang tak membuat siswa kembali merasakan trauma.

Tidak hanya itu, mantan Menteri Sosial RI ini juga menegaskan bahwa seluruh korban SDN Gentong yang ambruk dan dirawat di rumah sakit tidak boleh dipungut biaya. Khofifah menyebut semua biaya pengobatan dan perawatan korban menjadi tanggungan pemerintah.

Hal tersebut sudah dikomunikasikan bersama Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, dan juga jajaran terkait di Pemerintah Kota Pasuruan. Dengan harapan, para korban tidak lagi terbebani dengan pikiran biaya rumah sakit setelah tertimpa musibah.

"Dari sisi medik, saya sudah sampaikan Kadinkes Provinsi Jawa Timur yang hari ini bersama saya ke Rumah Sakit untuk memastikan bahwa semua korban yang dirawat di RS tidak boleh dikenakan biaya. Semua biaya ditanggung pemerintah," katanya.

Selain menjenguk para siswa korban selamat dari ambruknya SDN Gentong Pasuruan, Gubernur Khofifah juga menyempatkan diri takziah ke kediaman duka dari IA (8) siswa kelas 2 dan SAW (19) guru pengganti di SDN Gentong. Diiringi tangis haru keluarga yang ditinggalkan, Khofifah mengajak para pelayat untuk berdoa bersama.

"Tentu atas nama kita semua, kita turut berduka cita atas meninggalnya ananda IA dan juga guru pengajar SAW. Kita berdoa semoga keduanya dipanggil di sisi Allah dalam keadaan husnul khotimah. Keluarganya diberi kesabaran, ketabahan dan ikhlas," kata Khofifah.

Penulis : Faiq Azmi
Editor : Witanto


Bagikan artikel ini