Jemaah salat Jumat ditembak di Nigeria. (Ilustrasi/unsplash.com)
Jemaah salat Jumat ditembak di Nigeria. (Ilustrasi/unsplash.com)

Jemaah Salat Jumat Ditembak, Delapan Meninggal di Nigeria

Ngopibareng.id Internasional 24 November 2020 00:32 WIB

Sekelompok pria bersenjata membunuh lima jemaah dan menculik 18 orang lainnya, dalam serangan di sebuah masjid di Kota Zimfara, Nigeria.

Juru bicara polisi setempat, Mohammed Shehu mengatakan, "Bandit membunuh lima jemaah dan menculik 18 orang lain, termasuk imamnya," katanya pada AFP, dilansir dari Al Jazeera, Senin 23 November 2020.

Menurut laporan, serangan itu dilakukan sekitar 100 pengendara motor yang kemudian mengarahkan tembakan ke arah jemaah muslim di wilayah terpencil, di Desa Maru. Jemaah sedang menjalankan ibadah salat Jumat, pada Jumat 20 November 2020.

Penduduk dan media setempat menyebut sebanyak 30 orang telah diculik. "Para pria bersenjata menyerang masjid ketika Imam sedang berkhutbah dan menculik 30 orang, termasuk imamnya, setelah menembak mati delapan orang," kata Ibrahim Altine, seorang warga setempat.

Wilayah Barat Laut Nigeria adalah sarang kriminal yang sering mencuri ternak warga, menculik untuk meminta tebusan, dan membakar rumah serta mengambil persediaan makanan.

Wilayah tersebut juga sering melaporkan konflik antara masyarakat Fulani, salah satu etnis yang banyak tersebar di seluruh Nigeria serta Barat Afrika.

Fulani, yang bermigrasi menuju Selatan untuk membesarkan ternaknya, menuduh para petani telah mencuri binatang mereka dan kemudian menyerang para petani tersebut.

Kelompok ini memiliki perkampungan di hutan Rugu, yang terbentang di wilayah Katsina, Zamfara, Kaduna, dan Kota Niger, wilayah yang sering dijadikan sasaran serangan mereka.

Sejumlah perundingan perdamaian dengan pemerintah lokal berlangsung, namun selalu gagal menghentikan serangan.

Tak seperti Boko Haram, kelompok ini tak memiliki ideologi khusus dalam seranganya. Namun kini ada kekhatiran adanya penyusup dari kelompok berideologi kedalam kelompok Fulani.

Awal tahun ini, Kelompok Krisis Internasional, memperingatkan jika kelompok tersebut memiliki kemungkinan berjejaring dengan kelompok lain seperti ISIS di Provinsi Barat Afrika (ISWAP).

Kelompok ini telah membunuh 8.000 orang sejak 2011 dan memaksa lebih dari 200 ribu orang mengungsi dari rumahnya. (Alj)

Penulis : Dyah Ayu Pitaloka

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

21 Jan 2021 17:45 WIB

10 Hari PPKM masih Ada yang Nakal di Surabaya

Surabaya

Ada yang "nakal" tak patuhi PPKM dan Perwali.

21 Jan 2021 17:38 WIB

Status Gunung Raung Naik, Jalur Pendakian Ditutup

Warta Bumi

Status Gunung Raung naik dari normal menjadi waspada.

21 Jan 2021 17:30 WIB

Pilot Gadungan Itu Pernah Sekolah SMK Penerbangan

Kriminalitas

Pilot gadungan mengaku pernah sekolah SMK Penerbangan.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...