Jelang Lebaran, Bubur Madura di Pasar Atom Laris Manis

01 Jun 2019 19:29 Takjil

Menjelang Lebaran 2019, Bubur Madura di Pasar Atom Surabaya tetap laris manis. Bahkan, para pedagang mengaku akan libur saat hari H lebaran saja selama dua hari.

Memang, Bubur Madura di Pasar Atom selalu laris. Tak peduli saat bulan puasa atau hari biasa. Terlebih saat bulan ramadan seperti ini, banyak masyarakat memilih buka puasa ditemani kudapan yang manis-manis seperti bubur.

Salah satunya, Khadijah. Wanita berusia setengah abad ini mengaku sudah berjualan seja remaja. Dulu, Khadijah masih membantu orang tuanya yang berjualan di pasar. Namun sepeninggal orang tuanya Khadijah akhirnya membuka sendiri usaha buburnya.

"Sudah puluhan tahun jualan, ya sejak 17 tahun, sekarang usia saya sudah 50 tahun. Dulu masih bantu orang tua," kata Khadijah, Sabtu 1 Juni 2019.

Di dalam Bubur Madura, berisi aneka jenis bubur yang berpadu menjadi satu. Misalnya saja bubur sumsum, bubur ketan hitam, bubur candil hingga bubur mutiara. Tak ketinggalan, bubur disiram kuah santan kental yang gurih dan dipadu dengan gula merah cair di atasnya.

Dalam satu sendokan, perpaduan antara gurihnya bubur sumsum yang dilengkapi santan langsung menyatu dengan manisnya saus dari gula merah cair. Rasa manis dan gurihnya dijamin akan membuat ketagihan siapapun yang mencobanya.

Khadijah pun mengaku buburnya ini menggunakan resep turun temurun dari keluarganya. Meski tinggal di Surabaya, wanita asli Madura ini menambahkan dirinya selalu berupaya menjaga cita rasa khas Madura.

Dalam sehari, Khadijah mengaku bisa menjual ratusan porsi bubur. Untuk satu bungkusnya, Khadijah mematok harga hanya Rp 10 ribu saja.

Dibantu keponakannya, Khadijah mulai berjualan pukul 11.30 WIB hingga pukul 17.00 WIB. Dari rumahnya di daerah Simokerto, dia menaiki becak untuk membawa dagangannya. (hrs)

"Khadijah pun mengaku buburnya ini menggunakan resep turun temurun dari keluarganya. Meski tinggal di Surabaya, wanita asli Madura ini menambahkan dirinya selalu berupaya menjaga cita rasa khas Madura."
Reporter/Penulis : Haris Dwi
Editor : Riadi


Bagikan artikel ini