Patung Sang Nila Utama yang berada di bibir sungai Singapura. (Foto: Alief/Ngopibareng.id)

Jelajah Sejarah Singapura? Kunjungi Patung Raja Palembang Dulu

Jalan-Jalan Yuk 02 March 2020 20:34 WIB

Jika mendengar nama Singapura, semua yang terlintas di pikiran kita adalah negara mungil, modern, maju, dan internasional. Nah, bagaimana jika kita flashback ke ratusan tahun ke belakang sebelum Singapura seperti sekarang?

Bagi ngopilovers yang ingin jalan-jalan ke Singapura dan belajar sejarah berdirnya negara kecil itu, tak ada salahnya jika mampir ke bibir Sungai Singapura. Tepatnya di dekat Gedung Parlemen dan Kantor Perdana Menteri Singapura. Di bibir sungai Singapura itu terdapat 4 patung orang-orang penting di pendirian negara Singapura.

Hal unik adalah, salah satu patung yang merupakan orang Indonesia. Sebetulnya saat itu nama Indonesia belum dikenal, karena Indonesia masih berbentuk kerajaan. Patung tersebut adalah patung Sang Nila Utama. Raja Palembang yang pertama kali menapakkan kaki di pulau kecil yang kini bernama Singapura.

Sang Nila Utama datang ke pulau kecil tersebut pada tahun 1299. Saat itu, pulau yang sebelumnya dikenal dengan pulau Temasek tersebut banyak dihuni oleh kawanan binatang buas seperti singa. Ketika ia datang ke pulau tersebut, baru juga mendaratkan kapalnya, Sang Nila Utama sudah bertemu dengan kawanan singa.

Hal itu pula yang mengilhami dirinya menamai pulau tersebut dengan nama Singapura. Singa adalah kawanan hewan buas (singa), sedangkan pura adalah pintu gerbang atau pintu masuk. Bukan hanya menapakkan kaki di pulau itu, Sang Nila Utama juga merupakan pendiri dari Kerajaan Singapura. Ialah raja pertama kerajaan di pulau ujung daratan Malaya tersebut.

Sang Nila Utama yang senang dengan pulau dan hewan luar biasa yang dia lihat memutuskan untuk tinggal di Temasek, yang menjadi Pulau Singapura hingga akhir hayatnya pada 1347.

Saat menjabat sebagai raja Kerajaan Singapura, pria Palembang itu juga yang membentuk pulau kecil tersebut menjadi pulau pelabuhan dan perdagangan tradisional. Ia yang mencentuskan Singapura menjadi pulau hub atau pemberhentian sementara bagi pedagang dan nelayan di kawasan Asia Tenggara.

Sejak saat itu, Singapura yang sebelumnya pulau kosong tanpa sumber daya alam tersebut, menjadi pulau pelabuhan dan perdagangan hingga saat ini.

Bibir sungai Singapura dan patung Sang Nila Utama bisa menjadi titik awal bagi ngopilovers semua, untuk memulai penjelajahan sejarah Singapura. Kalian hanya butuh berjalan kaki selama 8 menit, dari stasiun MRT City Hall, atau berjalan kaki 5 menit dari stasiun MRT Raffles Place

Patung Sang Nila Utama yang berada di bibir sungai Singapura Foto AliefngopibarengidPatung Sang Nila Utama yang berada di bibir sungai Singapura. (Foto: Alief/ngopibareng.id)

Penulis : Alief Sambogo

Editor : Moch. Amir

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

26 Sep 2020 06:33 WIB

Menjadikan Putra Meraih Ilmu Penuh Berkah, Ini Resepnya

Khazanah

Sesuai pesan wasiat KH Maimoen Zubair, Pesantren Al-Anwar Sarang Rembang

26 Sep 2020 05:25 WIB

LIPI Sebut Jawa Berpotensi Gempa dan Tsunami Raksasa

Warta Bumi

Lempeng 800 Km di selatan Jawa bergeser akan timbulkan gempa magnitudo 9.

26 Sep 2020 04:33 WIB

Pejabat Tinggi Tahta Suci Vatikan Mengaku Dipaksa Mundur

Internasional

Cardinal Giovanni Becciu mundur dari jabatannya.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...