DAKWAH: Majelis Tabligh PP Muhammadiyah saat meluncurkan buku “Jawa dan Halal di Thailand” di Jakarta. (foto: ist)

Jawa dan Halal di Thailand, Ini Sosok Istimewa di Balik Dakwah

27 Feb 2018 15:19

Lihat versi non-AMP di Ngopibareng.id

Siapa yang mengira jika ternyata Winai Dahlan, cucu dari pendiri Muhammadiyah Kiai Haji Ahmad Dahlan. Ternyata, dialah tokoh penting di balik kesuksesan Thailand sebagai salah satu dari sepuluh negara pengekspor produk halal terbesar di dunia.

Hal tersebut diuraikan dalam acara bedah buku berjudul “Jawa dan Halal di Thailand” yang diselenggarakan oleh Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah, bertempat di aula gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya Jakarta Pusat, belum lama ini.

Buku “Jawa dan Halal di Thailand” adalah rangkuman hasil riset yang dilaksanakan selama Oktober-Desember 2017 oleh empat orang peneliti dan penulis: Marissa Haque, Jaorana Amiruddin, Maya Dania, dan Reni Juwitasari.

Bahasan hasil di dalam buku itu berkisar mengenai diaspora orang-orang Jawa Muslim yang hidup di Thailand dan peranan pentingnya dalam mengubah persepsi Thailand terhadap orang-orang muslim dan agama Islam melalui pendekatan produk halal.

Pada acara tersebut, hadir dan menjadi narasumber antara lain Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia Cholil Nafis, akademisi sekaligus aktris Marissa Haque, dan CEO Wardah Cosmetics Nurhayati Subakat.

Wakil Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah Risman Muchtar mengatakan, produk halal kini bukan hanya menjadi proyeksi negara-negara muslim, tapi menjadi proyeksi global. Ridwan merasa senang dengan ditulisnya buku “Jawa dan Halal di Thailand” ini.

Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia K.H Cholil Nafis mengamini pendapat Risman Muchtar. Menurutnya,  berbicara mengenai perkara halal tidak sebatas simbolis dan administratif berdasarkan dalil, tapi juga harus berdasarkan sains.

Jika sains yang dilandasi oleh semangat nilai Islam (maqashid syari’ah)  ternyata mampu membuktikan kebenaran dalil-dalil agama, maka menurutnya akan banyak non Islam yang tertarik dengan ajaran Islam.

Hasil Perjuangan Cucu Kiai Ahmad Dahlan

Cholil Nafis mengisahkan bahwa sebelum masa pemerintahan Vajiralongkorn sekarang, Thailand  merupakan negara yang memelihara phobia terhadap Islam, tapi ketika datang cucu KH Ahmad Dahlan yang berdakwah tanpa membawa dalil, Thailand berhasil merubah pandangannya terhadap Islam.

Menurut Cholil, pandangan Thailand yang bersahabat terhadap Islam itu terutama setelah Thailand menjadi salah satu pemain ekspor produk halal terbesar. Sajjad Zaidi, CEO International Halal Center misalnya saat berbicara dalam World Halal Summit di Istanbul (WHSI) November 2017 silam menyebutkan bahwa Thailand termasuk dalam sepuluh besar negara pengekspor produk halal. Bahkan saat ini posisi sertifikasi halal Thailand adalah salah satu yang terbaik di Asia selain Malaysia.

Penulis buku “Jawa dan Halal di Thailand” Marissa Haque menyatakan bahwa hal ini merupakan raihan yang besar sebab GDP (Produk Domestik Bruto) Thailand naik karena perhatian Thailand pada pengembangan produk halal.  Penduduk muslim di Thailand hanya di kisaran 4 persen dari sejumlah 68 juta jiwa penduduk Thailand.

Perubahan pandangan Thailand yang bersahabat terhadap Islam, bahkan dunia terhadap produk halal tidak terjadi tiba-tiba. Adalah cucu Kiai Ahmad Dahlan, Winai Dahlan yang berikhtiar memprakarsai gerakan halal di Thailand sejak tahun 1994.

Winai Dahlan adalah anak kelima dari putera K.H Ahmad Dahlan yang bernama Erfan Dahlan. Winai yang saat ini bergelar Assoc. Prof. Dr, adalah pendiri Halal Science Center (HASCI) Universitas Chulalongkorn Thailand. Winai juga merupakan ketua dari Riset Sains Lipid dan Lemak dan juga ketua dari Pascasarjana Internasional dari studi Pangan dan Nutrisi, Faculty of Allied Health Sciences di universitas tersebut.

Di bawah kendalinya, Winai Dahlan yang merupakan salah seorang di antara 500 tokoh muslim paling berpengaruh di dunia versi The Royal Islamic Strategic Studies Centre mempromosikan industri dan pelayanan halal melalui sejumlah pameran, kerjasama regional dengan pusat lembaga sertifikasi halal di Indonesia dan Malaysia.

Kiprah besar Waini Dahlan, yang juga menantu dari Muhammad Saleh, tokoh Nahdlatul Ulama yang mendirikan masjid bersejarah di Bangkok bernama Masjid Jawa terhadap pengembangan produk halal dan perekonomian nasional Thailand itu pada akhirnya membuat Thailand memberikan medali kehormatan The Dusdi Mala dari Raja Thailand kepada Waini pada tahun 2013.

Wakil Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah Buya Risman Muchtar menyampaikan bahwa peluang Indonesia sebagai negara muslim untuk dapat seperti Thailand dalam pasar produk halal dunia masih terbuka lebar.

Selain itu, Risman menyampaikan bahwa dakwah Islam memiliki jangkauan yang sangat luas dan tidak mesti hanya bisa disampaikan secara formal dengan ayat dan dalil. Semangat Waini Dahlan itu bukan muncul tiba-tiba tetapi ada pewarisan tradisi melalui lingkungan masjid seperti yang dijelaskan di dalam buku “Jawa dan Halal di Thailand.”

Ke depan, Risman berharap warga Muhammadiyah semakin serius melirik lahan-lahan dakwah yang potensial dan belum utuh tergarap.

“Muhammadiyah dan Tabligh merasa punya tanggung jawab terhadap gerakan halal di dunia,” ujar Risman. “Sebab memperjuangkan produk halal juga merupakan salah satu alternatif dalam mendakwahkan Islam. Seperti yang telah dilakukan cucu Kiai Ahmad Dahlan di Thailand,” pungkasnya. (adi)