Kepala Satpol PP Jawa Timur, Budi Santosa soal opsi perpanjangan Operasi Yustisi. (Foto: Fariz Yarbo/Ngopibareng.id)
Kepala Satpol PP Jawa Timur, Budi Santosa soal opsi perpanjangan Operasi Yustisi. (Foto: Fariz Yarbo/Ngopibareng.id)

Jatim Buka Opsi Perpanjang Operasi Yustisi

Ngopibareng.id Rek, Ojok Angel Tuturane 17 October 2020 16:46 WIB

Operasi yustisi yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) bersama dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jatim dan seluruh daerah dianggap berhasil meningkatkan angka kepatuhan masyarakat terhadap penerapan protokol kesehatan.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Jatim, Budi Santosa menyampaikan, saat ini banyak masyarakat yang sudah patuh dalam penerapan protokol kesehatan. Utamanya terkait dengan penggunaan masker.

“Sekarang masker sudah banyak yang sadar, sudah berkurang yang kita tindak karena tidak menggunakan masker,” katanya, Sabtu 17 Oktober 2020.

Menurut Budi Santosa, jenis pelanggaran yang banyak dilanggar adalah terkait dengan penerapan physical distancing baik itu di perkantoran, di tempat fasilitas umum, rumah makan, dan warung-warung kopi yang banyak melanggar.

“Kalau masker sudah patuh, tapi jaga jarak ini yang agak sulit. Apalagi sekarang mendekati Pemilu saat kampanye ini yang terus kita sosialisasikan agar semuanya dapat menjaga jarak,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Pjs Bupati Blitar itu.

Tak hanya meningkatkan kepatuhan masyarakat, operasi yustisi juga berhasil menekan angka positivity rate Jatim yang sudah di bawah 10 persen. Hal ini terbukti dengan angka testing yang tinggi namun kasus positif baru yang terungkap rendah. Ini kemudian membuat Jatim telah bebas dari zona merah.

Walau sudah bebas dari zona merah dan meningkatkan kepatuhan masyarakat, Budi mengaku ada opsi untuk memperpanjang operasi yustisi.

“Insya Allah kita terus gerak, kalau Polda sampai akhir bulan tapi mungkin bisa berubah ada target sampai hijau semua,” ungkap Budi Santosa.

Opsi itu muncul, kata dia, tak lain untuk terus mengontrol kondisi di lapangan agar tidak terjadi penularan yang lebih besar. “Memang lama sampai hijau semua, ini kita antisipasi jangan terjadi lompatan yang muncul lagi karena itu bahaya. Seperti kata Presiden (Joko Widodo) ada klaster keluarga, klaster kantor yang harus diwaspadai,” pungkas Budi Santosa.

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitangandengansabun

Penulis : Fariz Yarbo

Editor : Yasmin Fitrida

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

21 Oct 2020 00:29 WIB

105 Orang Tewas Akibat Banjir di Vietnam

Internasional

Lima juga orang terdampak.

20 Oct 2020 23:48 WIB

Tak Ada Lagi Zona Merah, 50 Persen Daerah di Jatim Zona Kuning

Jawa Timur

Satgas Covid-19 mencatat 50 persen daerah di Jatim berada di Zona Kuning.

20 Oct 2020 23:30 WIB

Jateng Gelar UKM Virtual Expo

Nusantara

Pameran virtual digelar di tengah pandemi.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...