Jarang Hadir Rapat DPRD, Kasatpol PP Surabaya Disorot Dewan

02 Dec 2019 12:36 Politik

Kepala Satuan Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Surabaya Irvan Widyanto, mendapat sorotoan tajam dari anggota dewan DPRD Kota Surabaya. Alasannya, selama menjabat sebagai Kasatpol PP Kota Surabaya, Irvan sangat jarang menghadiri rapat dengan para anggota dewan. Sering kali malah melimpahkan undangan itu ke anak buahnya.

"Selama saya sudah di dewan ini, setiap kami undang Irvan, dia tidak pernah datang. Selalu undangannya dilimpahkan ke orang lain untuk mewakili Irvan," kata Wakil Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F.PKB) DPRD Kota Surabaya Mahfudz.

Padahal menurut Mahfudz, undangan rapat atau hearing yang dilayangkan kepada Irvan sangatlah penting. Karena tugas dari dewan selain sebagai kepanjangan tangan rakyat, namun juga sebagai pengawas kinerja dan pelaksanaan program Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Baik Wali Kota, maupun para Kepala Dinas Pemkot.

"Tugas kami ini kan juga pengawasan. Kami wajib melakukan fungsi kontrol terhadap pemkot. Baik pelaksanaan Perda, pelaksanaan program kerja, hingga kinerja para pejabat. Makanya kami ingin Kepala Dinas itu datang agar tahu secara riil masukan dan kritik kami. Jangan malah diwakilkan," katanya.

Bagi Mahfudz, jika Kepala Dinas hadir dalam undangan anggota dewan, itu adalah sebagai salah satu bentuk bertanggung jawaban para OPD kepada rakyat Surabaya yang sudah menggajinya.

"Pemerintah itu kan unsur legislatif dan eksekutif. Itu salah satu bentuk tanggung jawab ke warga. Mereka yang menggaji kita semua dengan pajak dan retribusi yang mereka bayarkan. Masa ya diundang tidak pernah datang, sama saja tidak mau memberi pertanggungjawaban," kata Mahfudz.

Salah satu undangan terbaru yang dilayangkan dewan kepada Irvan untuk menghadiri adalah, saat ada hearing antara Pemkot, Dewan dan juga pedagang kali lima (PKL) Genteng Sidomukti. Namun Irvan sama sekali tak menampakan batang hidungnya. Malahan ia menyuruh Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satpol PP Surabaya Piter Frans Rumaseb, untuk datang menggantikannya.

"Padahal itu penting. Kasatpol tidak datang. Kan aneh. Tapi track record Kasatpol memang begitu, jarang sekali datang. Tidak tahu kenapa," katanya.

Mahfudz berharap, kedepannya unsur Pemerintah Kota Surabaya khususnya kepala OPD mau menghadiri undangan-undangan rapat yang dilayangkan oleh anggota dewan. Agar, Pemkot dan DPRD bisa sama-sama bersinergi untuk membangun Kota Surabaya.

"Kami pingin Pak Irvan bisa datang kalau kami undang. Biar mengerti masalahnya rakyat, dan bersinergi dengan kami. Harus ada koordinasi yang baik dengan kami. Jangan sampai Pak Irvan menjalankan Perda semena-mena," pungkasnya.