Penampilan sejumlah anak kecil menampilkan kesenian Jaran Pegon. (Foto: Theo/ngopibareng.id)

Jaranan Pegon Hibur Pengunjung di Kampung Tridi Malang

Jalan-Jalan Yuk 04 January 2020 17:50 WIB

Wisatawan yang berkunjung ke Kampung Tridi (3D), Jalan Temenggungan Ledok, Kelurahan Kesatrian, Kota Malang dihibur oleh pertunjukkan seni Jaranan Pegon, pada Sabtu 4 Januari 2020.

Mengambil lokasi di bantaran sungai Kampung Tridi, nampak sejumlah anak kecil menunggangi properti jaranan yang ditempatkan di kedua selangkang kaki mereka.

Dengan membawa pecut, sejumlah anak-anak itu dengan lincah mengikuti gerakan sesuai irama gendang dan musik tradisional lainnya yang ditempatkan di panggung mini.

Sesekali pula dengan lincahnya mereka memcutkan pecut mininya ke tanah yang memang tak terdengar keras selepas itu mereka kembali menari membentuk lingkaran.

Melihat atraksi itu, para pengunjung Kampung Tridi yang memadati lokasi acara menunjukan antusiasnya dengan bertepuk tangan.

Konon, Tari Jaran Kepang merupakan bentuk apresiasi dan dukungan rakyat jelata terhadap pasukan berkuda Pangeran Diponegoro dalam menghadapi penjajah Belanda.

Ada pula cerita yang menyebutkan, bahwa tari kuda lumping menggambarkan kisah perjuangan Raden Patah yang dibantu oleh Sunan Kalijaga melawan penjajah Belanda.

Ada juga yang mengkisahkan tarian ini sebagai bentuk latihan perang pasukan Mataram yang dipimpin Sultan Hamengku Buwono I.

Terlepas dari itu, semua gerakan dari tarian menampilkan semangat kepahlawanan dan aspek kemiliteran sebuah pasukan berkuda atau kavaleri.

Anak-anak yang berusia mulai 5 sampai 12 tahun itu, menampilkan atraksi Jaran Pegon dalam acara Gebyar Tahun Baru 2020 di Kampung Tridi.

Sekretaris Pokdarwis Kampung Tridi, Nuryanto, menjelaskan hadirnya anak-anak kecil itu untuk memunculkan keinginan generasi muda agar tetap melestarikan budaya daerah.

"Kami ingin menampilkan bahwa sedari kecil anak-anak ini bisa diajak diajarin untuk mencintai budaya. Dan ini buktinya mereka memainkan jaran kepang dan atraktif," ujarnya.

Nuryanto menerangkan, sejumlah anak kecil yang tergabung dalam sanggar tari Manunggal Jaya itu merupakan warga sekitar Kampung Tridi.

"Ini (anak kecil) yang tampil (jaran kepang) adalah anak-anak sekitar sini (Kampung Tridi). Jadi ini membuktikan kampung 3D juga turut melestarikan budaya melalui warganya," tuturnya.

Selain penampilan Jaran Pegon, ada pula penampilan tari tradisional lainnya seperti Rampak Barong. Tarian-tarian tersebut ditampilkan untuk menyambut Tahun Baru 2020 di Kampung Tridi yang bekerjasama dengan Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata, Kota Malang.

Dengan adanya pertunjukkan seni tersebut, Nuryanto menyampaikan harapannya agar Kampung Tridi lebih banyak dikunjungi wisatawan serta lebih dikenal sabagai salah satu destinasi wisata kampung tematik di Kota Malang. 

"Selain itu sebagai sarana pelestarian kesenian lokal kepada generasi muda," imbuh dia.

Penulis : Lalu Theo Ariawan Hidayat Kabul

Editor : Yasmin Fitrida

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

26 Sep 2020 05:25 WIB

LIPI Sebut Jawa Berpotensi Gempa dan Tsunami Raksasa

Warta Bumi

Lempeng 800 Km di selatan Jawa bergeser akan timbulkan gempa magnitudo 9.

26 Sep 2020 04:33 WIB

Pejabat Tinggi Tahta Suci Vatikan Mengaku Dipaksa Mundur

Internasional

Cardinal Giovanni Becciu mundur dari jabatannya.

26 Sep 2020 03:30 WIB

Magawa, Tikus Afrika yang Mengendus 67 Ranjau Darat

Internasional

Magawa mendapatkan penghargaan medali emas.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...